Diserang Kelompok Radikal, Begini Detik-Detik Polisi Prancis Tangkap 1.000 Perusuh

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Aparat kepolisian Prancis bergerak cepat mengamankan hampir 1.000 orang setelah gelombang demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup kembali memicu kericuhan pada Sabtu (24/10). Langkah pengamanan masif ini diambil menyusul bentrokan sengit antara massa dengan petugas di sejumlah wilayah.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez mengungkapkan lonjakan penangkapan tersebut terjadi akibat eskalasi aksi di lapangan. Kelompok demonstran ekstrem dinilai sengaja menyerang barikade aparat menggunakan proyektil dan kembang api guna memicu gesekan fisik.
Baca Juga: Mobil Irit BBM 1 Liter Bisa Tempuh 65 Km, Sekali Isi Penuh Jaraknya Capai 1.600 Km
"Kelompok 'ultra-kiri' justru melemparkan berbagai benda dan mengarahkan kembang api ke arah polisi untuk memicu bentrokan," kata Laurent Nunez.
Akibat bentrokan tersebut, dua orang dilaporkan menderita luka serius di dua kota berbeda. Salah satu korban merupakan pria berusia 20 tahun di Toulouse yang kehilangan jari akibat ledakan, sementara satu korban lainnya tercatat di Clermont-Ferrand tanpa rincian kronologi lanjutan.
Baca Juga: iPhone Duo Resmi Buka Pre-Order di Indonesia, Harga Mulai Rp 45 Jutaan
Laurent membeberkan bahwa angka penangkapan hari Sabtu melonjak tajam dibanding kurun waktu serupa sepekan sebelumnya yang hanya mencapai 385 orang. Pada demonstrasi gelombang pertama pekan lalu, kerusuhan jalanan berujung pada penjarahan ratusan gerai toko serta penangkapan total 2.700 orang.
Pihak berwenang menilai eskalasi penjarahan pada aksi kali ini berhasil ditekan jauh lebih baik. Sejumlah toko dan tempat usaha yang sempat menjadi sasaran vandalisme tidak mengalami kerugian separah pekan lalu berkat barikade keamanan di pusat-pusat perbelanjaan.
Sementara itu di Paris, unjuk rasa utama awalnya bergulir kondusif sebelum akhirnya pecah gesekan saat massa mulai membubarkan diri. Laurent mencatat ada beberapa ribu aktivis radikal yang berhimpun di barisan belakang massa, termasuk sekitar 500 orang yang terindikasi kuat sebagai pemicu kerusuhan.
Bentrokan sporadis di pusat ibu kota tersebut berlangsung intens selama kurang lebih dua jam. Petugas langsung membubarkan konsentrasi massa perusuh agar gesekan tidak meluas ke permukiman warga.
Baca Juga: LAPSUS: Tak Bisa Terus Mengandalkan Atlet Senior, KONI Kaltim Siapkan Kompetisi U-21 Tiap Dua Tahun
Secara menyeluruh, Laurent Nunez menyebut penanganan unjuk rasa akhir pekan ini jauh lebih positif dibanding aksi sebelumnya. Pengerahan personel yang lebih masif, respons cepat di lapangan, serta razia ketat sebelum aksi dimulai terbukti efektif meminimalkan kerusakan fasilitas publik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




