Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lepas Masa Karhutla, Pemprov Kaltim Kini Waspada Banjir dan Rob Hingga April 2027

D
Penulis: Dina Angelina❯
PENGAWASAN: Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, memastikan penyaluran dana Rp20 miliar untuk operasional dan insentif relawan karhutla di Kaltim.
PENGAWASAN: Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, memastikan penyaluran dana Rp20 miliar untuk operasional dan insentif relawan karhutla di Kaltim.

Advertisement

BALIKPAPAN - Sejalan dengan masa peralihan musim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, banjir rob, dan tanah longsor. Ancaman bencana hidrometeorologi ini diprediksi terjadi pada periode akhir 2026 hingga April 2027.

Langkah ini dibahas dalam Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana yang berlangsung daring pada Rabu, (4/11/2026). Pertemuan ini menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 300.2.3/6044/BPBD-II Tahun 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah kini mulai mengalihkan fokus penanganan. Setelah sebelumnya fokus pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), saatnya sektor kebencanaan bersiap menghadapi potensi banjir dan longsor.

Advertisement

"Kita sudah mulai harus beralih dari penanganan karhutla ke persiapan menghadapi bencana berikutnya, yakni banjir dan tanah longsor. Kita perlu melihat bersama peta wilayah rawan bencana dan menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi bencana," kata Buyung.

Buyung memaparkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Menurut data BMKG, beberapa daerah bahkan berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi hingga Maret atau April 2027.

Advertisement

Pemetaan risiko menunjukkan ancaman banjir kategori tinggi tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Sementara itu, risiko tanah longsor dengan kategori tinggi teridentifikasi di delapan wilayah kabupaten dan kota.

Selain itu, ancaman banjir rob juga mengintai tujuh kabupaten dan kota di wilayah tersebut. BPBD menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi dan kesiapan personel serta peralatan di setiap daerah sebagai langkah mitigasi utama.

Data historis kejadian banjir pada tahun-tahun sebelumnya dijadikan bahan evaluasi pemerintah daerah. Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan langkah penanganan yang efektif guna menekan dampak bencana terhadap masyarakat. (riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Kaltim, Puncak Hujan Diprediksi Desember

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Kaltim, Puncak Hujan Diprediksi Desember

BMKG ingatkan potensi banjir & longsor di Kaltim akibat durasi hujan pendek berintensitas tinggi. Puncak diprediksi Desember

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kaltim, 588 Titik Panas Terdeteksi

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kaltim, 588 Titik Panas Terdeteksi

BMKG mengingatkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di Kaltim. Sebanyak 588 titik panas terdeteksi pada 4 November.

Cuaca Kaltim Tak Menentu, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

Cuaca Kaltim Tak Menentu, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

Perubahan pola angin berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang. Sejumlah wilayah Kaltim juga menghadapi ancaman karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer