Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terimpit Sawit dan Tambang, Kampung Tepian Ulaq Kubar Manfaatkan Dana Karbon untuk Bibit dan MPA

D
Penulis: Denny Saputra❯
DAPAT DANA KARBON: Suasana perkampungan Kampung Tepian Ulaq, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat, yang berada tepat di tepi Sungai Mahakam. (DENNY SAPUTRA/KP)
DAPAT DANA KARBON: Suasana perkampungan Kampung Tepian Ulaq, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat, yang berada tepat di tepi Sungai Mahakam. (DENNY SAPUTRA/KP)

Advertisement

Keberadaan Desa Tepian Ulaq tidak kalah penting dalam menjaga pelestarian budaya karena keberadaannya di tepi Sungai Mahakam, urat nadi Provinsi Kaltim. Desa yang berada di kecamatan Muara Pahu ini menyimpan banyak cerita dari suku Kutai dari Tanaa Purai Ngeriman.

SENDAWAR- Kaltim Post bersama beberapa media berkesempatan menyambangi Desa/Kampung Mancong pada medio Oktober dalam perjalanan bersama tim CSF Unmul. Selain itu juga turut menyambangi Kampung Tepian ulaq, Kecamatan Muara pahu dan sedikit menggali cerita keseharian warga. Khususnya berkaitan dengan dukungan Dana Karbon atau Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) di dua wilayah itu.

Perjalan tim dari titik tempat menginap di Camp Baru, kecamatan Jempang menuju ke Desa Tepian Ulaq cukup memberikan gambaran menarik. Ketika melintasi jalan yang dibangun pemerintah, diperlukan waktu tinggal 2 jam menuju desa tersebut. Tetapi pulangnya, hanya sekitar 30 menit. Lewat jalur tambang batu bara.

Advertisement

Setibanya di Desa Tepian Ulaq, tim yang didamping LSM pendamping dari PEKA Borneo Heri Anto yang bertemu kepala Desa Tepian Ulaq Syahiri. Kepada media Syahirin menceritakan nama Tepian Ulaq, berasal dari kata “pusaran air”. Dahulu ada prajurit kerajaan Kutai yang tidak menurut perintah atasannya, sehingga dibunuh ditancapkan di dasar sungai Mahakam. “Setelah kejadian itu tidak ada lagi pusaran air, sehingga disebut Tepian Ulaq,” ungkapnya.

Terkait dukungan Dana Karbon, dia menjelaskan tahun lalu desanya menerima dukungan dari Dana Kabon digunakan untuk pembelian pompa pemadaman kebakaran dan bibit tanaman buah seperti kelengkeng, rambutan, dan durian dibagikan ke 300an KK, dua RT.

“Kalau tidak salah nilainya sekitar Rp 200an juta,” singkatnya. Dia menambahkan untuk tahun ini belum ada kegiatan lanjutan, namun usulannya sudah disampaikan ke tim pendamping, misalnya untuk peningkatan ekonomi seperti keramba. “Terlebih warga kami rata-rata pekerjaanya seperti tani dan nelayan ya,” harapnya.

Advertisement

Terpisah, pendamping desa dari LSM PEKA Bornoe Heri Anto menerangkan, pada penyaluran Dana Karbon tahap pertama diklaim keberhasilan. Karena adanya kelompok masyarakat peduli api (MPA) yang dibentuk dan dilengkapi peralatan bisa menjangkau titik-titik kebakaran lahan. “Alhamdulilah sangat berhasil,” singkatnya.

Dia menambahkan, untuk tahun ini usulan warga terbagi beberapa sekotr, misalnya dari MPA meminta tambahan alat seperti tas punggung untuk menjangkau area pelosok. Sedang dari karang taruna juga meminta dukungan pendirian peternakan ayam telur. “Dari kelompok tani juga meminta mesin giling padi dan pompa untuk pengairan sawah,” tambahnya.

Dia menyebut saat ini pihaknya sebagai pendamping memang menemukan kendala seperti dari persyaratan administrasi dalam penyusunan proposal, misalnya untuk usaha ayam petelur harus jelas pengelolaan limbahnya. “Makanya kami masih melakukan komunikasi dengan tim dan warga juga agar mendapat masukan pengelolaan limbah yang zero emission,” jelasnya.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menyusuri Jejak Peradaban Dayak Benuaq, Kampung Mancong Kubar Harapkan Manfaat Nyata Dana Karbon

Menyusuri Jejak Peradaban Dayak Benuaq, Kampung Mancong Kubar Harapkan Manfaat Nyata Dana Karbon

Kampung Mancong Kubar terhimpit sawit, bahan upacara adat & kain Doyo terancam punah. Simak perjalanan tim Kaltim Post & CSF Unmul!

Mengurai Alur dan Transparansi Dana Karbon Bank Dunia di Kaltim, Mengalir ke Mana Saja?

Mengurai Alur dan Transparansi Dana Karbon Bank Dunia di Kaltim, Mengalir ke Mana Saja?

Dana karbon mengalir ke desa-desa di Kaltim. Mengapa distribusi dana FCPF-CF dikritik masyarakat dan dinilai tidak selaras dengan pelestaria

Dana Karbon Kaltim Perlu Diperkuat untuk Mitigasi Karhutla

Dana Karbon Kaltim Perlu Diperkuat untuk Mitigasi Karhutla

Dana karbon Kaltim dari skema RBP REDD+ diarahkan untuk memperkuat mitigasi karhutla dan kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api sebelum bencana

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer