Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lapsus Minggu Ini: PDAM Balikpapan Mengaku Kekurangan Air Baku, sudah ajukan SIPA dari Waduk Manggar

Muhammad Ridhuan • Minggu, 22 September 2024 | 07:49 WIB

TAMBAH KAPASITAS: Keberadaan Waduk Manggar masih diandalkan untuk mengatasi krisis air bersih di Balikpapan. (FOTO: DOK/KP)
TAMBAH KAPASITAS: Keberadaan Waduk Manggar masih diandalkan untuk mengatasi krisis air bersih di Balikpapan. (FOTO: DOK/KP)
KALTIMPOST.ID, Sulitnya pelanggan PDAM mendapatkan air itu, diungkapkan Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi Saharudin lantaran hingga kini Balikpapan memang kekurangan air baku. 

Selain itu, masalah pipa distribusi yang tua dan keropos membuat kerap terjadinya kebocoran. Sehingga pihaknya terpaksa melakukan sistem penggiliran ke wilayah-wilayah pelanggan.

“Saat ini pelayanan PDAM yang eksisting hanya mampu melayani rata-rata 600 liter per detik. Itu karena meski air kita banyak, namun pipa kita rentan bocor. Sementara data dari konsultan, jika kami mau melayani 100 persen penduduk di Balikpapan, maka perlu tambahan air baku 1.900 — 2.000 liter per detik,” ucap Yudhi kepada Kaltim Post, Jumat (20/9) malam.

Tahun 2024, sampai saat ini keperluan dasar air bersih bagi seluruh pelanggan PDAM di Balikpapan mencapai 119.578 meter kubik per hari. Namun, kapasitas produksi air bersih PTMB hanya sebesar 91.853 meter kubik per hari. Ada defisit distribusi air sebesar 8.148 meter kubik per hari. 

“Cakupan pelayanan pelanggan PDAM di Balikpapan sudah 79 persen. Itu jauh di atas nasional secara keseluruhan, di mana rata-rata baru mencakup 19 persen,” ucap Yudhi.

Adapun merujuk Data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan per 6 Agustus 2024, pada 2022 lalu secara kumulatif, dari total pelanggan 115.945 sambungan rumah (SR). Di mana dari rilis PTMB tahun lalu, pelanggan yang terlayani 24 jam pada kuartal pertama 2023 dari sebelumnya 70 persen, meningkat menjadi 82 persen. Selebihnya mendapatkan pasokan air yang bervariasi berkisar 3-20 jam.

“Sore tadi (20/9) saya baru balik dari Jakarta setelah bertemu dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Membahas soal NRW (non revenue water/angka kehilangan air) akibat kondisi pipa kita yang sudah tua. Usianya sudah 30 tahun. Saya katakan, kalau Balikpapan bisa mengatasi NRW dan dapat tambahan air baku 2 ribu liter per detik, maka 3-5 tahun ke depan masalah air di Balikpapan bisa teratasi,” ucap Yudhi.

Soal peremajaan pipa lanjutnya, sudah dilakukan PTMB secara berkala. Adapun untuk menambah air baku, PTMB telah menerima komitmen dari Kementerian PUPR yang akan mengalirkan 1.000 liter per detik air baku dari Waduk Sepaku-Semoi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun untuk bisa merealisasikannya, Yudhi menyebut ada dana yang harus disiapkan.

“Dari FS (feasibility studi/studi kelayakan) untuk bisa membangun jaringan dari Sepaku-Semoi itu memerlukan anggaran Rp 2,1 triliun. Itu untuk pendanaan ini bisa dilakukan melalui KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha) atau B to B (business to business). Jadi kami mendorong ke pemerintah pusat menyiapkan pipanya. Sementara Balikpapan tinggal menerima airnya saja. Mudah-mudahan itu bisa disetujui. Karena kalau kami pasti berat,” jelasnya.

Selain itu, PTMB disebutnya juga tengah mengajukan surat izin pengambilan air (SIPA) dari Waduk Manggar kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Di mana sebelumnya, pihaknya hanya boleh memanfaatkan 1.100 liter. Jika disetujui, Yudhi menyebut akan ada tambahan 400 liter per detik air baku.

“Kalau disetujui, dari Waduk Manggar total akan ada pasokan air baku 1.500 liter per detik. Dengan tambahan 400 liter per detik tersebut, setidaknya bisa melayani 25 ribu pelanggan. Di sisi lain, kami juga sedang minta 2 ribu liter per detik dari Sungai Mahakam. Tapi semua ini kan bertahap,” ucapnya. 

Editor : Uways Alqadrie