KALTIMPOST.ID, Dua dari tiga ekor buaya berukuran besar yang ada di dalam kolam air di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih tetap jadi ancaman bagi warga setempat.
Perangkat besi jebakan buaya milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim yang dipasang pada Kamis (12/6) siang, berhasil menjebak satu ekor buaya sekira pukul 22.00 Wita pada hari yang sama.
Setelah masuk jebakan kemudian dievakuasi ke darat dan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU dikirim ke Pusat Penangkaran Buaya Teritip di Balikpapan, Jumat (13/6).
Setelah itu, perangkat jebakan berukuran besar itu kembali dipasang di lokasi yang sama.
“Namun, hingga tiga hari sampai Minggu ini sisa dua ekor buaya besar itu belum masuk jebakan,” kata Ketua RT 04. Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, PPU, Minggu (15/6).
Baca Juga: Tak Tahu Masalah, Dua Pemuda di Balikpapan Dikeroyok Orang Tak Dikenal
Bahkan, lanjut dia, dua ekor buaya itu terkesan seperti mengejek warga. Reptilia buas itu didapati oleh warga yang berjaga-jaga di tepi kolam tampak muncul ke permukaan sekira pukul 22.00 Wita, dan 24.00 Wita, Sabtu (14/6).
Dua ekor buaya itu muncul berjarak beberapa meter dari perangkat jebakan. “Buaya-buaya itu timbul-tenggelam seperti mengolok-olok warga, padahal, di dalam jebakan sudah dipasang beberapa ekor ayam agar menarik buaya untuk masuk jebakan,” kata Abdul Rasyid.
Warga menduga lokasi tempat dipasangnya jebakan itu sekarang tidak cukup menarik keinginan buaya untuk masuk.
Karena itu, kata dia lagi, perangkat jebakan itu bakal dipindahkan ke tempat lain di bagian kolam yang sama.
“Jebakan segera kami pindahkan ke tempat lain yang sekiranya menarik minat buaya untuk masuk dan terjebak, sehingga bisa kami evakuasi untuk selanjutnya dikirim ke Pusat Penangkaran Buaya Teritip,” katanya.
Baca Juga: 35 Ucapan Hari Ayah 2025 yang Menyentuh dan Bikin Tersenyum
Diberitakan sebelumnya, perangkat jebakan buaya yang terbuat dari besi milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim yang dipasang di kolam air Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) pada Kamis (12/6) siang, berhasil menjebak satu dari tiga ekor buaya besar.
Buaya ini diketahui warga telah menghuni kolam sumber air utama warga di kelurahan itu sejak Jumat, 6 Juni 2025, dan akhirnya masuk jebakan sekitar pukul 22.00 Wita pada Kamis (12/6).
Buaya tersebut kemudian dievakuasi oleh warga dan telah dikirim oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU ke Pusat Penangkaran Buaya Teritip, Jl. Mulawarman No. 66, RT 029, Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Balikpapan, sekira pukul 11.35 Wita, Jumat (13/6).
“Alhamdulillah, satu dari tiga buaya masuk jebakan. Ukurannya sangat besar, kurang lebih panjang empat meter,” kata Ketua RT 04, Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, PPU, Abdul Rasyid, Jumat (13/6).
Baca Juga: Jangan Asal Posting Foto Anak di Medsos! Ini Risiko Sharenting yang Perlu Diketahui Orang Tua
Sejak jebakan dipasang, kata dia, warga setempat menunggu dari kejauhan dan bersiap-siap apabila reptilia buas itu masuk jebakan.
“Warga bisa mengetahui kalau buaya masuk jebakan dari bagian pintu jebakan terlihat menutup,” kata Abdul Rasyid lagi.
“Pintu jebakan dibuat terlihat dari atas permukaan air. Nah, saat pintu tak terlihat itu berarti terkunci setelah umpan dimakan buaya,” tambahnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan, pihaknya telah mengikat hewan liar itu setelah dievakuasi ke darat dengan tali yang kuat, dan selanjutnya diangkut oleh personel BPBD PPU untuk dikirim ke Pusat Penangkaran Buaya Teritip di Balikpapan.
“Kami bawa menggunakan mobil hilux double cabin karena buaya yang diangkut ukurannya cukup besar, ya, sekira panjang empat meter,” kata Muhammad Sukadi Kuncoro, Jumat (13/6).
Baca Juga: Musiknya Masih Menggema, Sosok di Balik “Diculik Cinta” Itu Telah Tiada
Dia mengatakan, setelah jebakan diangkat dari dasar kolam, dan buaya dievakuasi, untuk selanjutnya jebakan dimasukkan lagi ke dalam kolam.
Sebagai umpan, kata Abdul Rasyid, pihaknya menyiapkan empat ekor ayam, yaitu dua ekor ayam kampung dan selebihnya ayam ras berukuran besar.
Hal itu agar menarik minat buaya untuk mendekat dan kemudian masuk dalam perangkat jebakan, yang alatnya dikirim langsung dari Samarinda itu.
“Semoga dua buaya lagi bisa terjebak dan untuk selanjutnya dievakuasi dan dikirim ke Teritip,” kata Abdul Rasyid.
Meski demikian, ia tetap meminta kepada warga agar berhati-hati saat beraktivitas di tepi kolam ini, mengingat, kadangkala mesin pompa mereka mati setelah ujung pipa yang masuk ke dalam kolam tersumbat oleh sampah atau lumpur.
Baca Juga: Sungkem Al Ghazali Bikin Maia Tak Kuasa Menahan Air Mata
Diwartakan sebelumnya, kekhawatiran dan keresahan warga di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, PPU terkait kemunculan buaya liar di kolam penampungan air bersih mereka sejak 6 Juni 2025 lalu, kini mulai mereda.
Hal itu setelah BKSDA Kaltim telah mengirimkan dan memasang perangkap besi di dalam kolam tersebut.
“Perangkap jebakan itu sudah selesai dirakit dan diisi seekor ayam untuk memancing buaya agar masuk,” kata Abdul Rasyid, ketua RT 04 Gersik, Kecamatan Penajam, PPU, Kamis (12/6).
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, Kamis (12/6) membenarkan apabila perangkat jebakan itu dikirim langsung dari BKSDA Kaltim di Samarinda.
Ia telah mengirim sejumlah personel untuk terlibat dalam proses perakitan alat jebakan itu.
Baca Juga: Penyuluh Agama Belajar Hal Baru, Ini Tugas Tambahan Mereka di Era Digital
“Kami berharap perangkat jebakan itu bekerja dengan baik, sehingga buaya-buaya bisa tertangkap dan selanjutnya dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman dari jangkauan manusia,” kata Muhammad Sukadi Kuncoro. Ancaman buaya di PPU, kata Muhammad Sukadi Kuncoro, juga terjadi di wilayah Kecamatan Sepaku. ***
Editor : Dwi Puspitarini