Namanya mulai dikenal publik ketika ia aktif di dunia relawan politik. Pada Pilpres 2019, Noel memimpin Jokowi Mania (JoMan), kelompok pendukung setia Joko Widodo.
Namun, langkah politik Noel tak berhenti di situ. Menjelang Pilpres 2024, ia mengambil langkah mengejutkan dengan mendirikan Prabowo Mania dan mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
Dukungan itu berbuah jabatan, ia kemudian ditunjuk sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan di Kabinet Prabowo-Gibran.
Sosok Noel dikenal keras, sekaligus penuh kontroversi. Pernyataannya soal tagar #KaburAjaDulu pada 2023 menjadi sorotan.
Alih-alih menenangkan publik, ia malah menantang, “Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi.” Ucapan ini menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPD RI Ni Luh Djelantik.
Kontroversi lain terjadi saat ia menjabat Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha PT Pupuk Indonesia, pada 2021.
Noel dicopot dari jabatan itu setelah hadir sebagai saksi meringankan dalam persidangan kasus dugaan terorisme dengan terdakwa eks Sekum FPI, Munarman. Ia sempat mengaku tidak diberi penjelasan resmi mengenai alasan pencopotannya.
Kini, rekam jejak penuh kontroversi itu berpuncak pada penangkapan Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Kamis (21/8). KPK menduga ada praktik korupsi terkait pengurusan tenaga kerja asing (TKA) di Kemenaker. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan itu.
Dari sisi kekayaan, Noel termasuk pejabat yang cukup berada. Berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2024, ia memiliki harta lebih dari Rp17 miliar. Aset itu terdiri dari tanah dan bangunan di Depok serta Bogor, beberapa unit kendaraan, hingga simpanan kas.
Editor : Uways Alqadrie