Skema ini dinilai lebih hemat anggaran dan memangkas ongkos politik yang selama ini membebani calon kepala daerah.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyebut pemilihan langsung menelan biaya besar, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pembiayaan politik kandidat.
Ia menyoroti lonjakan anggaran pilkada yang terus meningkat sejak 2015 hingga menembus puluhan triliun rupiah pada pemilihan serentak terakhir.
Menurut Sugiono, dana tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk program yang lebih produktif, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, mahalnya biaya kampanye dinilai menjadi penghalang bagi figur-figur potensial yang memiliki kapasitas, namun tidak memiliki modal politik besar.
Gerindra menilai pemilihan oleh DPRD tetap mencerminkan prinsip demokrasi karena anggota legislatif merupakan wakil rakyat hasil pemilu.
Bahkan, mekanisme ini dianggap lebih mudah diawasi publik dan berpotensi mengurangi polarisasi sosial yang kerap muncul dalam pilkada langsung.
Meski demikian, Sugiono menegaskan wacana tersebut perlu dibahas secara terbuka dan melibatkan berbagai elemen masyarakat agar tidak berkembang menjadi keputusan elitis yang tertutup.
Editor : Uways Alqadrie