KALTIMPOST.ID-Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberi dampak pada pergerakan wisatawan domestik di Kaltim.
Namun dampak tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh pasar wisatawan mancanegara, yang masih menunggu kesiapan daerah dalam menyambut mereka.
Wisatawan domestik ke Kaltim naik sekitar 10 persen seiring pembangunan dan aktivitas di kawasan IKN.
Kota-kota seperti Balikpapan dan Samarinda menjadi tujuan utama, terutama untuk perjalanan singkat dan kunjungan berbasis kota.
“Untuk wisatawan Asia Tenggara, IKN, Balikpapan, dan Samarinda itu sudah cukup. Kuliner, oleh-oleh, dan spot kota sudah ada,” tutur pemilik Trans Borneo Tours and Travel Joko Purwanto.
Namun segmen itu berbeda dengan wisatawan Eropa dan Amerika yang cenderung mencari pengalaman ekowisata di pedalaman.
Tantangan terbesar terletak pada kepastian transportasi dan waktu tempuh yang panjang.
Joko menyoroti pentingnya penerbangan reguler Balikpapan–Melak yang stabil dan tidak berubah-ubah.
“Kalau kita sudah jual paket, terus pesawatnya batal, itu masalah besar. Wisatawan asing jadi berpikir dua kali,” katanya.
Ia menambahkan, ketergantungan pada charter flight membuat travel agent kesulitan mengemas paket yang meyakinkan.
Padahal potensi ekowisata terbesar Kaltim berada di daerah pedalaman yang justru paling diminati wisatawan mancanegara.
Sementara itu, rencana pembukaan penerbangan langsung dari Malaysia ke Samarinda dinilai belum tentu mendatangkan wisatawan asing.
“Marketnya justru orang Samarinda ke Malaysia, bukan sebaliknya. Karena kita tidak siap, tidak promosi,” ujarnya.
Menurutnya, IKN memang membuka peluang besar, tetapi tanpa strategi promosi dan kesiapan infrastruktur pendukung, peluang itu tidak akan maksimal.
“IKN bisa jadi magnet, tapi magnet itu harus dikenalkan. Kalau tidak, orang hanya lewat atau bahkan pergi ke luar,” tutupnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.