Pertemuan tersebut berlangsung di Kertanegara pada Jumat (30/1/2026). Susno menyebut, meski tidak dibahas secara teknis maupun spesifik, topik mengenai lamanya masa jabatan Kapolri sempat mengemuka dalam obrolan santai bersama Presiden.
Pernyataan itu disampaikan Susno dalam sebuah wawancara yang tayang awal pekan ini. Ia menegaskan bahwa diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan tidak formal, tanpa agenda resmi terkait rotasi jabatan di tubuh Polri.
Menurut Susno, Presiden Prabowo memiliki pemahaman dan data yang jauh lebih lengkap terkait posisi strategis Kapolri. Oleh karena itu, dirinya dan peserta diskusi lain tidak secara langsung menanyakan atau mendorong keputusan tertentu.
“Kami tidak masuk ke detail soal pergantian jabatan, tapi saya yakin Presiden tahu maksud arah pembicaraan,” ujar Susno.
Ia juga menggambarkan pertemuan tersebut sebagai forum diskusi bebas, di mana berbagai isu nasional ikut disinggung, mulai dari pemberantasan korupsi hingga reformasi institusi Polri.
Dalam forum itu, Prabowo disebut membuka ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan pandangan dan masukan, tanpa suasana yang kaku. Susno menilai diskusi semacam ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan saran.
Meski demikian, Susno menegaskan tidak ada kesimpulan atau keputusan yang dihasilkan terkait nasib Kapolri saat ini. Semua pembahasan masih sebatas diskursus dan belum mengarah pada kebijakan konkret.
Menguatnya kembali isu pergantian Kapolri dinilai sebagai bagian dari dinamika politik nasional, seiring dengan tuntutan publik terhadap penguatan reformasi dan profesionalisme kepolisian.
Editor : Uways Alqadrie