KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Meski gelombang dukungan untuk kepemimpinan Prabowo Subianto berlanjut ke periode kedua mulai mengalir, posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping tampaknya mulai mendapatkan perlakuan berbeda dari internal koalisi.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka menyatakan kesetiaannya pada Prabowo untuk Pilpres 2029, namun sengaja mengosongkan pembahasan mengenai kursi calon wakil presiden.
Fokus pada Prabowo, Simpan Nama Cawapres
Ketua DPP PKB, Syaiful Huda, mengungkapkan bahwa partainya telah mencapai kesepakatan bulat untuk menyokong Prabowo minimal selama dua periode.
Menariknya, dalam visi masa depan tersebut, nama Gibran Rakabuming Raka belum masuk dalam radar pembahasan resmi partai.
Baca Juga: Cocok dengan Fasilitas Istana, Wapres Gibran Siap Jalankan Tugas dari IKN 2026
"Ya, PKB bulat dukung untuk minimal dua periode. Sementara ini yang jadi diskusi kita mendukung Pak Presiden dulu. Kita belum, belum ngomongin soal cawapres," tegas Huda saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Langkah PKB yang memilih "menyimpan" pembahasan cawapres ini mengisyaratkan bahwa tiket pendamping Prabowo di 2029 masih bersifat dinamis dan belum tentu otomatis jatuh kembali ke tangan Gibran.
Fokus PKB saat ini justru lebih tertuju pada pengawalan program strategis nasional, khususnya terkait transformasi sistem ekonomi yang mereka sebut sebagai "ekonomi konstitusi".
Sikap Kontras dengan Restu Jokowi
Baca Juga: WOW! Jokowi Buka Suara soal Isu Gibran Lawan Prabowo, Tegaskan Duet Ini Dua Periode
Kecenderungan PKB untuk mengabaikan pembahasan cawapres ini terlihat kontras dengan keinginan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Berbeda dengan partai koalisi yang masih menahan diri, Jokowi justru sudah mengunci dukungannya secara spesifik untuk paket petahana.
"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah itu aja," ujar Jokowi secara lugas pada akhir Januari lalu.
Demokrat Pilih Main Aman
Di sisi lain, Partai Demokrat tampak tidak ingin terseret dalam spekulasi dini mengenai pasangan capres-cawapres 2029.
Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa partainya masih berpijak pada tugas-tugas pemerintahan saat ini dan tidak ingin terburu-buru menentukan posisi politik untuk periode kedua.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pindah Kantor, Gibran Sebut IKN Adalah Revolusi Mindset Anak Muda
"Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama. Oleh karenanya, bagi Demokrat kami masih fokus untuk membantu Presiden Prabowo Subianto dalam menyukseskan program-programnya," tutur Herman di Senayan.
Dinamika ini menunjukkan adanya celah antara keinginan Jokowi yang ingin mempertahankan duet Prabowo-Gibran dengan partai koalisi seperti PKB yang tampaknya ingin membuka ruang negosiasi baru bagi posisi wakil presiden di masa depan.(*)
Editor : Almasrifah