Jasad itu pertama kali terlihat oleh seorang nelayan yang hendak merapatkan perahunya di kawasan Pulau Sembilan, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe. Nelayan tersebut mencium bau menyengat sebelum akhirnya menemukan tubuh manusia dalam kondisi tak utuh.
Kapolsek Tempe, AKP Candra Said, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut laporan diterima sekitar pukul 08.30 Wita, lalu petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal.
“Awalnya saksi mencium bau busuk yang kuat. Setelah ditelusuri, ternyata berasal dari jasad manusia,” ujar Candra saat dikonfirmasi.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi korban sangat memprihatinkan. Tubuh korban ditemukan tanpa busana, kepala tidak berada di tempat, dan terdapat luka berat di bagian dada serta perut.
“Secara kasat mata, terdapat tanda-tanda kekerasan. Bagian dada terbuka dan organ dalam tidak lagi utuh,” jelas Candra.
Posisi jasad ditemukan mengapung di dekat tumpukan batu di tepi perairan. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Lamaddukkeleng, Sengkang, guna menjalani pemeriksaan medis dan forensik.
Hingga kini, identitas korban belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk memastikan jenis kelamin, perkiraan usia, serta kemungkinan penyebab kematian.
“Identitas korban belum bisa dipastikan. Proses pendalaman masih berjalan,” tambah Candra.
Pihak kepolisian juga telah memulai penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, termasuk nelayan yang pertama kali menemukan jasad, serta warga sekitar lokasi kejadian. Informasi terkait ciri-ciri korban nantinya akan disebarluaskan untuk membantu proses identifikasi.
Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian dengan pendekatan forensik menyeluruh. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengetahui informasi mencurigakan di sekitar Danau Tempe untuk segera melapor.
Editor : Uways Alqadrie