KALTIMPOST.ID-Kinerja tahun lalu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) Balikpapan Rp 1,2 triliun dari total target Rp 1,3 triliun. Ada kekurangan sekitar Rp 100 miliar untuk memenuhi target.
Meski di tengah badai pemangkasan dana dari pusat. Pemkot Balikpapan dan DPRD Balikpapan sepakat target PAD tetap naik menjadi Rp 1,58 triliun pada 2026.
“Tunggakan proyek tahun 2025 tidak ada. Semua sudah terbayar semua,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Balikpapan Agus Budi Prasetyo.
Namun ada beberapa kegiatan yang melampaui tahun 2025. Kontraktor mendapat kesempatan perpanjangan waktu untuk merampungkan pekerjaan hingga 100 persen.
Kini rata-rata proyek sudah selesai pada Januari. “Nanti dalam APBD perubahan untuk eksekusi pembayarannya,” ucapnya. Seperti pembangunan gedung DPRD Balikpapan dan sekolah.
Pihaknya tinggal membayar sisa pekerjaan. Menurutnya tidak ada masalah dari sisi kemampuan anggaran, Pemkot Balikpapan siap membayar. “Kemarin sudah disepakati pembayaran di APBD perubahan,” tuturnya.
Nilainya tidak besar begitu besar untuk membebani APBD. Pj Sekretaris Kota Balikpapan itu beralasan, proyek yang mendapat perpanjangan waktu tentu progresnya sudah lebih dari 90 persen. “Tinggal 2-5 persen saja yang belum rampung,” ucapnya.
Sebagai antisipasi pemangkasan dan memperkuat fiskal daerah, Balikpapan berupaya mencari sumber pendapatan baru.
Salah satunya yang berproses optimalisasi aset non-produktif. “Kami sedang mengejar penilaian terhadap aset-aset kota,” ujarnya.
Ketika nanti sudah rampung, pihaknya memiliki acuan biaya untuk ditawarkan kepada investor. Saat ini proses appraisal dengan tenaga profesional sedang berjalan di BKAD.
Harapannya appraisal bisa segera tuntas agar aset-aset tak lagi mati. Melainkan turut bekerja optimal menyumbangkan PAD. (rd)
Editor : Romdani.