Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Jadwal, Cara Aman Melihat, dan Risiko bagi Mata

Uways Alqadrie • Senin, 16 Februari 2026 | 12:39 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA –  Fenomena gerhana Matahari cincin diperkirakan akan terjadi pada 17 Februari 2026 dan dapat diamati di sejumlah wilayah dunia. Peristiwa astronomi ini kerap menarik perhatian masyarakat, namun para ahli mengingatkan bahwa pengamatan harus dilakukan dengan cara yang aman agar tidak membahayakan kesehatan mata.

Pada gerhana Matahari cincin, posisi Bulan berada di tengah Matahari tetapi tidak menutupinya secara penuh. Akibatnya, cahaya Matahari masih tampak membentuk lingkaran terang di sekeliling Bulan. Kondisi inilah yang justru membuat pengamatan menjadi berisiko bila dilakukan tanpa perlindungan khusus.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menegaskan bahwa tidak ada fase gerhana cincin yang aman untuk dilihat langsung dengan mata telanjang.

Paparan cahaya Matahari yang tetap kuat berpotensi menyebabkan kerusakan retina secara cepat bahkan permanen, baik dilihat langsung maupun melalui kamera, teropong, atau teleskop tanpa filter khusus.

Karena itu, masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini diwajibkan menggunakan kacamata khusus pengamat Matahari yang telah memenuhi standar internasional ISO 12312-2.

Kacamata hitam biasa, meskipun tampak gelap, tidak mampu melindungi mata dari radiasi berbahaya.

Sebelum digunakan, kondisi kacamata gerhana juga perlu diperiksa. Jika terdapat goresan, sobekan, atau kerusakan, alat tersebut sebaiknya tidak dipakai. Pengawasan orang dewasa juga diperlukan saat anak-anak ikut menyaksikan gerhana.

Para ahli turut mengingatkan agar tidak mengamati Matahari melalui perangkat optik apa pun sambil mengenakan kacamata gerhana.

Cahaya yang terkonsentrasi dari alat optik tetap dapat menembus filter dan meningkatkan risiko cedera mata. Penggunaan teleskop atau kamera harus dilengkapi filter Matahari yang dipasang di bagian depan perangkat.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki kacamata khusus, pengamatan masih bisa dilakukan secara tidak langsung, salah satunya menggunakan metode proyeksi lubang jarum. Teknik ini memungkinkan bayangan Matahari dipantulkan ke permukaan lain tanpa harus melihat langsung ke arah Matahari.

Selain perlindungan mata, pengamat juga disarankan menjaga kesehatan kulit karena proses pengamatan biasanya berlangsung cukup lama di bawah paparan sinar Matahari. Penggunaan topi, tabir surya, serta pakaian pelindung menjadi langkah pencegahan tambahan.

Secara umum, gerhana Matahari cincin merupakan fenomena alam yang aman disaksikan selama mengikuti prosedur pengamatan yang benar. Namun tanpa perlindungan yang memadai, risiko cedera mata tetap nyata dan tidak boleh dianggap sepele.

Editor : Uways Alqadrie
#LAN #gerhana matahari cincin 17 februari 2026 #gerhana matahari cincin #nasa