KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Total produksi gabah kering giling (GKG) menembus 270,87 ribu ton atau naik 8,50 persen dibanding tahun sebelumnya. Data BPS mencatat, produksi padi 2024 sebanyak 249,64 ribu ton GKG. Pada 2025, jumlahnya meningkat 21,23 ribu ton menjadi 270,87 ribu ton GKG.
Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim, Vivi Azwar menyebutkan, peningkatan itu sejalan dengan kenaikan luas panen dan produktivitas. Sepanjang 2025, produksi tertinggi terjadi pada September dengan capaian sekitar 67,68 ribu ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada awal tahun.
Jika dilihat per kabupaten/kota, Kutai Kartanegara masih menjadi kontributor terbesar dengan produksi 110.870,00 ton GKG pada 2025. Disusul Paser yakni 67.650,90 ton dan Penajam Paser Utara yaitu 47.580,54 ton.
Baca Juga: Luas Panen Padi Kaltim 2025 Naik 5,51 Persen, Bertambah 3,48 Ribu Hektare
Beberapa daerah mencatat lonjakan signifikan secara persentase. Kutai Barat, misalnya, melonjak dari 1.348,29 ton menjadi 5.286,43 ton atau tumbuh 292,08 persen. Bontang juga melonjak dari 0,29 ton menjadi 0,97 ton atau naik 234,48 persen, meski secara nominal relatif kecil.
Namun tidak semua daerah tumbuh positif. Berau mengalami penurunan dari 16.693,40 ton menjadi 11.892,91 ton atau turun 28,76 persen. Penajam Paser Utara juga sedikit terkontraksi 1,15 persen.
Dalam penjelasan teknisnya, produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen bersih dengan produktivitas. Untuk lahan sawah, luas panen dikoreksi dengan besaran konversi galengan.
Baca Juga: TPKAD Lawan Rentenir di Kalimantan, 8.292 Debitur Nikmati Kredit Rp 102,01 Miliar
“Produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas,” jelas Vivi. Produktivitas dihitung melalui Survei Ubinan. Penentuan sampel ubinan berbasis hasil KSA guna mengurangi risiko lewat panen (non-response) sehingga hasil penghitungan menjadi lebih akurat. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki