KALTIMPOST.ID, TEHERAN-Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya.
Aliansi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan telah melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar titik-titik krusial di wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026).
Berdasarkan laporan BBC, setidaknya lima kota utama di Iran menjadi target serangan, yakni Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta ibu kota Teheran.
Kantor berita lokal Iran, Fars, menyebutkan bahwa sejumlah rudal menghantam kawasan strategis di Teheran, termasuk Jalan Universitas dan area Republik.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Iran Tutup Ruang Udara, Isyaratkan Serangan Balasan Dahsyat ke Israel-AS
Pemandangan mencekam terlihat di pusat kota Teheran tak lama setelah ledakan ganda terdengar.
Asap tebal tampak membumbung tinggi, sementara otoritas setempat terus berupaya melakukan evakuasi dan pendataan dampak kerusakan.
Keterlibatan Langsung Amerika Serikat
Kepastian keterlibatan Washington dalam operasi militer ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS, Donald Trump.
Melalui unggahan video berdurasi delapan menit di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa militer AS turut serta dalam serangan tersebut.
Pernyataan lengkap terkait motif dan skala operasi ini masih terus dipantau oleh dunia internasional.
Iran Balas Menembak, Israel Siaga Darurat
Serangan sekutu ini segera memicu reaksi keras dari Teheran. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa Iran telah meluncurkan rentetan rudal balasan ke arah wilayah mereka.
"IDF telah mendeteksi proyektil yang ditembakkan dari Iran menuju Negara Israel beberapa saat yang lalu," tulis pernyataan resmi militer Israel.
Kondisi di Israel saat ini berada dalam status keadaan darurat nasional. Sirene peringatan serangan udara terdengar meraung-raung di berbagai kota.
Otoritas Bandara Israel juga telah mengambil langkah ekstrem dengan menutup seluruh ruang udara bagi penerbangan sipil dan mengimbau masyarakat untuk menjauh dari area bandara.
Baca Juga: Dibalas Rudal! Iran Hujani Israel dengan Serangan Udara, Sistem Pertahanan IDF Siaga Penuh
Serangan yang Terencana Matang
Meski terjadi di tengah upaya negosiasi antara AS dan Iran, serangan ini diklaim bukan merupakan aksi spontan.
Mengutip sumber dari pejabat pertahanan Israel melalui Reuters, operasi ini telah dirancang selama berbulan-bulan.
Penentuan waktu serangan dikabarkan sudah diputuskan sejak beberapa minggu lalu, mengisyaratkan bahwa diplomasi yang selama ini berjalan tidak membuahkan hasil di mata militer Israel.
Dunia kini menanti perkembangan terbaru dari konflik yang mengancam stabilitas global ini.(*)
Editor : Dwi Puspitarini