Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Buntut Tewasnya Khamenei, Hizbullah Serang Israel, Pasukan PBB Terjepit di Lebanon

Ari Arief • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:00 WIB

Ilustrasi kendaraan lapis baja PBB berwarna putih dengan tanda
Ilustrasi kendaraan lapis baja PBB berwarna putih dengan tanda

KALTIMPOST.ID,NEW YORK-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran serius terkait meluasnya aktivitas militer ke wilayah Lebanon sebagai dampak dari konfrontasi bersenjata antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Eskalasi ini merupakan buntut dari pernyataan dukungan terbuka kelompok Hizbullah terhadap Teheran yang kini tengah digempur.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyebutkan bahwa gejolak di Lebanon telah menyentuh level yang sangat berbahaya, khususnya di area perbatasan sensitif. Dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026), Dujarric menyoroti intensitas baku tembak yang terus meningkat di sepanjang Garis Biru (Blue Line).

"Kami mengamati dinamika yang berubah sangat cepat. Sebagai institusi yang memiliki perwakilan politik dan pasukan keamanan di sana, kami sangat cemas melihat insiden bersenjata yang terus terjadi," ujar Dujarric.

Baca Juga: Saling Kecam di PBB, Iran Sebut AS Munafik Terkait Isu Perlindungan Anak dalam Konflik

Menurut laporan, Hizbullah mulai melancarkan rentetan serangan ke posisi-posisi Israel sebagai bentuk solidaritas kepada Iran. Aksi ini langsung dibalas oleh militer Israel dengan menggempur pusat-pusat logistik dan infrastruktur militer milik kelompok tersebut di Lebanon.

Pasukan UNIFIL Tetap Bertahan

Meski terjebak dalam zona konflik yang berisiko tinggi, PBB memastikan bahwa pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL) tidak akan menarik diri. Dujarric menegaskan bahwa personel internasional tetap berada di pos masing-masing untuk menjalankan mandat pengawasan, meskipun ancaman keselamatan meningkat drastis.

Ketegangan di Lebanon ini merupakan imbas dari serangan udara besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke jantung pertahanan Iran pada akhir Februari lalu. Agresi tersebut tidak hanya merusak infrastruktur vital, tetapi juga mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah petinggi militer lainnya.

Baca Juga: Jamin Keamanan Mudik 2026, Polres PPU Matangkan Strategi Operasi Ketupat Mahakam

Sebagai reaksi atas serangan tersebut, Iran membalas dengan meluncurkan hujan rudal ke wilayah Israel serta menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Hal inilah yang memicu kelompok-kelompok pro-Iran, termasuk Hizbullah, untuk ikut terjun dalam palagan pertempuran regional ini.(*)

Editor : Hernawati
#Teheran #amerika serikat #Israel #lebanon #pbb