KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk tidak lengah dalam memantau ketersediaan stok pangan di pasar. Instruksi ini bertujuan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil hingga perayaan Idulfitri mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Jakarta, Selasa (3/3). Pertemuan tersebut juga membahas evaluasi Program Tiga Juta Rumah serta implementasi Jaminan Produk Halal.
Tomsi memberikan apresiasi kepada jajaran kementerian, lembaga, dan pemda yang dinilai berhasil menekan fluktuasi harga pangan menjelang Ramadan tahun ini. Menurutnya, kondisi harga saat ini jauh lebih terkendali dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, dengan mayoritas harga komoditas utama masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Baca Juga: Misi Damai RI di Tengah Gejolak Timur Tengah, Pulangkan WNI, Desak Negosiasi
"Kita harus konsisten mempertahankan kondisi ini sampai hari raya tiba," ujar Tomsi.
Perintah Pantau Pasar dan Tindak Tegas Mafia Pangan
Dalam arahannya, Tomsi menekankan beberapa poin penting bagi para kepala daerah. Kepala daerah diminta melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara berkala ke pasar-pasar untuk memantau langsung dinamika harga dan pasokan.
Berikutnya, studi banding antar-daerah dengan cara menyarankan pemda mengadopsi strategi sukses dari wilayah tetangga guna mencegah ketimpangan angka inflasi yang mencolok antar-daerah yang berdekatan.
Di luar itu, Kemendagri memberikan peringatan keras kepada distributor yang sengaja menimbun atau mempermainkan harga. Tomsi menegaskan bahwa praktik tersebut adalah kejahatan ekonomi.
"Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak perlu ragu untuk bertindak tegas, termasuk mencabut izin usaha pihak-pihak yang terbukti merugikan masyarakat luas demi keuntungan pribadi," tegasnya.(*)
Editor : Dwi Puspitarini