Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Piala Dunia 2026

Ekspor Kaltim Januari 2026: Hasil Tambang Kuasai 73 Persen Pasar, Tapi Nilainya Anjlok 21 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:09 WIB

TULANG PUNGGUNG: Komoditas hasil tambang masih menjadi tulang punggung ekspor dengan peranan 73,06 persen terhadap total ekspor Januari 2026.
TULANG PUNGGUNG: Komoditas hasil tambang masih menjadi tulang punggung ekspor dengan peranan 73,06 persen terhadap total ekspor Januari 2026.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Hampir semua lini ekspor tertekan, dari sektor komoditas hingga pelabuhan muat utama. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, jika dirinci menurut sektor dan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penurunan nilai ekspor total pada Januari 2026 dibanding Desember 2025, disebabkan oleh turunnya nilai ekspor pada sektor nonmigas maupun nilai ekspor migas.

“Penurunan ekspor nonmigas dialami oleh semua sektor dengan penurunan tertinggi terjadi pada sektor pertanian yang turun 58,06 persen. Sementara itu, ekspor komoditas hasil tambang dan hasil industri mengalami penurunan masing-masing 21,08 persen dan 45,66 persen,” ungkapnya.

Nilai ekspor migas pada Januari 2026 USD115,94 juta. Angkanya turun 56,23 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai USD264,91 juta. Secara tahunan (year-on-year), migas juga terkontraksi 33,33 persen dibanding Januari 2025.

Baca Juga: Ekspor Kaltim Januari 2026 Anjlok 28 Persen, Permintaan Tiongkok dan India Turun Drastis

Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat USD1.469,12 juta atau turun 28,01 persen secara bulanan (month-to-month). Dibandingkan Januari 2025, sektor nonmigas juga turun tipis 2,34 persen.

Komoditas hasil tambang masih menjadi tulang punggung ekspor Kaltim dengan nilai USD1.158,00 juta dan peranan 73,06 persen terhadap total ekspor Januari 2026. Namun, sektor itu mengalami penurunan 21,08 persen dibanding Desember 2025 dan turun 9,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, hasil industri mencatat nilai USD309,35 juta dengan kontribusi 19,52 persen. Meski secara tahunan tumbuh 37,72 persen, sektor tersebut terkoreksi cukup dalam secara bulanan yakni 45,66 persen.

Baca Juga: Pajak Daerah Kaltim Naik 23 Persen, Retribusi Melonjak 40 Persen Awal 2026

Adapun hasil pertanian membukukan nilai USD1,77 juta atau berperan 0,11 persen, dengan kenaikan 26,43 persen secara tahunan meski turun 58,06 persen dibanding bulan sebelumnya. “Hasil industri memiliki peranan 19,52 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 7,31 persen,” tambah Mas’ud.

Tak hanya sektor, tekanan juga terjadi pada kinerja ekspor berdasarkan pelabuhan muat. Tiga pelabuhan penyumbang terbesar pada Januari 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan dengan nilai ekspor USD511,20 juta, Pelabuhan Samarinda USD314,18 juta, dan Pelabuhan Tanjung Bara USD215,01 juta.

Secara keseluruhan, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama turun 33,21 persen, dari USD1.983,87 juta pada Desember 2025 menjadi USD1.324,98 juta pada Januari 2026. Kontribusi terbesar masih berasal dari Pelabuhan Balikpapan yang menyumbang 32,25 persen terhadap total ekspor Kaltim. Disusul Pelabuhan Samarinda 19,82 persen dan Pelabuhan Tanjung Bara 13,56 persen. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#BPS KALTIM #Ekspor Kaltim #tambang batu bara