KALTIMPOST.ID,SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Kalimantan Timur diminta tidak panik memborong bahan pangan. Pemerintah memastikan stok berbagai komoditas utama masih dalam kondisi aman meskipun harga beberapa bahan sempat mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan menyebutkan, ketersediaan bahan pokok tetap terjaga meski dinamika harga kerap terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan nasional.
Menurutnya, perubahan harga menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi. Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk meningkatnya permintaan masyarakat dan momentum panen yang juga dimanfaatkan petani untuk memperoleh keuntungan.
Meski demikian, dia memastikan ketersediaan pangan di daerah tetap mencukupi. Pemerintah daerah terus memantau kondisi pasokan berbagai bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan di pasar.
Saat ini terdapat 12 komoditas utama yang dipantau secara rutin oleh pemerintah. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, kedelai, bawang merah, gula konsumsi, minyak goreng, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, serta telur ayam.
Fahmi menegaskan seluruh komoditas tersebut dalam kondisi aman dari sisi stok. “Kalau melihat dari stok kita, stok kita semua untuk komoditas-komoditas penting itu tersedia, sebetulnya enggak ada masalah,” jelasnya.
Bahkan, ketahanan stok beberapa komoditas juga dinilai cukup kuat. Untuk beras misalnya, ketersediaan pasokan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 50 hari ke depan.
Baca Juga: Impor Mesin Dominasi Impor Nonmigas Kaltim, Nilainya Capai USD24,78 Juta
Sementara itu, minyak goreng memiliki ketahanan stok sekitar 40 hari. Untuk komoditas protein hewani, daging ayam bahkan diperkirakan mampu mencukupi hingga 75 hari. "Adapun stok telur ayam diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 20 hari," sambungnya.
Dengan kondisi tersebut, Fahmi menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan pangan selama Ramadan hingga Lebaran. “Jadi enggak perlu ada kepanikan untuk memborong sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke tingkat pasar tradisional.
Dia menambahkan, meskipun situasi global sedang diwarnai berbagai ketegangan, kondisi pangan di Kalimantan Timur tetap dalam kendali. “Memang di luar lagi ada perang, tapi kondisi kita sesuai datanya saya sampaikan juga tetap aman,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki