KALTIMPOST.ID-Ribuan jamaah memadati Masjid Negara IKN dalam peringatan Nuzulul Quran Nasional, Sabtu (7/3).
Kegiatan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) ini mengusung tema “Al-Quran, Amanah Ekologis dan Jalan Perdamaian Dunia.”
Sejak sore hari, jamaah dari berbagai daerah di Kaltim mulai berdatangan. Di antaranya dari Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU) hingga Kabupaten Paser.
Rangkaian kegiatan diawali dengan program Ngabuburead yang diinisiasi Kementerian Agama dengan tema “Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri” Tausiyah disampaikan Ustaz Ambia Dahlan yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan pribadi.
Menjelang waktu berbuka puasa, jamaah berkumpul di Aula Masjid Negara IKN untuk berbuka bersama. Takjil khas berupa Bubur Nusantara disajikan sebagai simbol keberagaman dan persatuan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Imranul Karim, juara 1 Tilawah MTQ Internasional Bangladesh 2025, yang disertai saritilawah oleh Maulidia.
Hikmah Nuzulul Quran disampaikan Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Prof HM Darwis Hude. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat yang tidak mungkin ditulis manusia.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kesadaran menjaga harmoni ciptaan Allah, termasuk keseimbangan alam.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Abu Rokhmad mengatakan pesan utama peringatan Nuzulul Quran tahun ini adalah pentingnya keseimbangan dalam kehidupan.
“Saya kira dunia sudah sangat maju. Keseimbangan itu adalah salah satu kunci. Kami ingin memberi pesan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, agar mampu menjalani hidup secara seimbang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa syukur karena Masjid Negara IKN yang baru selesai dibangun dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan berskala nasional.
“Saya kira ini barokah. Masjid yang baru selesai ini langsung kita gunakan untuk memperingati Nuzulul Quran. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menetapkan Masjid Negara IKN sebagai masjid kembar dengan Masjid Istiqlal,” kata Basuki.
Salah satu jamaah, Syariffudin, yang datang dari Paser mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Pelayanan di Masjid Negara sudah sangat tertib dan rapi. Kami sebagai warga Paser tentu merasa senang dan bangga melihat kemegahan masjid ini,” ujarnya. (adv/oikn/rdh/rd)
Editor : Romdani.