KALTIMPOST.ID, Konflik di Timur Tengah makin panas. Eskalasi perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 ini semakin meningkat tajam setelah rudal balistik Iran dilaporkan menghantam kediaman pribadi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Caesarea.
Serangan tersebut disebut menewaskan adik Benjamin Netanyahu, Iddo Netanyahu.
Iddo Netanyahu yang merupakan seorang dokter, penulis naskah drama, dan dramawan terkemuka di Israel disebut berada di lokasi saat rudal menghantam rumah keluarga tersebut.
Tak sampai di situ, serangan serupa juga dilaporkan menyasar kediaman Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, menyebabkan kebakaran dan luka-luka serius.
Klaim tewasnya Iddo Netanyahu disampaikan mantan inspektur senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa, Scott Ritter, dalam sebuah program siaran.
Menurut Ritter, serangan itu merupakan bagian dari gelombang balasan besar Iran setelah dilaporkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Iran menggunakan rudal canggih seperti Khaibar Shekan yang mampu menembus sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan Arrow.
Ritter menyatakan rudal tersebut melakukan penyesuaian lintasan di udara untuk meningkatkan akurasi.
Selain menyasar residensi pejabat tinggi, serangan Iran juga mengenai Tel Aviv (menyebabkan pemadaman listrik dan kebakaran), Beit Shemesh (setidaknya 9 warga sipil tewas dan lebih dari 40 luka-luka akibat hantaman langsung pada gedung bertingkat), serta lokasi lain.
Korban sipil di Israel dilaporkan melebihi 20 orang, sementara pasukan cadangan Israel dimobilisasi.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Netanyahu membantah keras laporan mengenai kerusakan atau korban di pihak Netanyahu.
Pemerintah Israel menyebut klaim tersebut sebagai disinformasi yang disengaja.
Editor : Hernawati