Situasi tersebut memaksa ribuan warga bergegas menuju bunker dan ruang perlindungan bawah tanah. Beberapa laporan menyebutkan sebagian rudal balistik berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam kawasan strategis di sekitar Tel Aviv yang dikenal sebagai pusat bisnis dan teknologi negara itu.
Tim penyelamat dan petugas darurat langsung diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi serta menangani kerusakan bangunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal membubung dari beberapa titik di kota tersebut setelah ledakan terjadi.
Kondisi semakin menegangkan ketika salah satu serangan disebut mengenai fasilitas energi penting di wilayah pesisir Israel. Dampaknya, sejumlah kawasan di Tel Aviv mengalami pemadaman listrik sehingga sebagian kota sempat dilaporkan gelap gulita pada malam hari.
Warga yang tinggal di kawasan terdampak terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat perlindungan sambil menunggu situasi kembali aman. Sirene peringatan juga terus berbunyi karena adanya kemungkinan serangan lanjutan.
Menurut sejumlah laporan militer, Iran meluncurkan serangan dalam beberapa gelombang dengan kombinasi rudal dan drone. Strategi ini diyakini bertujuan membanjiri sistem pertahanan udara Israel agar sebagian proyektil dapat lolos dari pencegatan.
Israel sendiri memiliki sistem pertahanan berlapis seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow yang dirancang untuk menahan berbagai ancaman udara. Namun, serangan dalam jumlah besar secara bersamaan dapat memberi tekanan pada sistem pertahanan tersebut.
Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai respons atas operasi militer yang sebelumnya dilakukan Israel terhadap wilayahnya. Ketegangan antara kedua negara pun semakin meningkat di tengah konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah, sementara keberadaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum banyak diketahui publik saat serangan terjadi.
Editor : Uways Alqadrie