Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Prabowo Tegaskan Hilirisasi Jadi Kunci Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas di Indonesia

Thomas Dwi Priyandoko • Jumat, 20 Maret 2026 | 07:35 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi industri menjadi strategi utama pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi muda.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan soal penciptaan pekerjaan layak dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” bersama jurnalis dan pakar yang tayang pada Kamis, 19 Maret 2026.

Menurut Prabowo, pemerintah yang ia pimpin saat ini fokus pada transformasi ekonomi nasional, salah satunya dengan memperkuat kembali industrialisasi di dalam negeri.

“Justru inilah yang sedang saya lakukan. Makanya saya menyampaikan waktu saya maju sebagai presiden, saya tidak bicara lagi pembangunan bangsa, saya bicara transformasi bangsa,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai Indonesia selama ini mengalami deindustrialisasi, di mana kekayaan sumber daya alam belum memberikan nilai tambah maksimal karena masih banyak diekspor dalam bentuk mentah.

Ia menegaskan, Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan baku, melainkan harus mampu mengolahnya menjadi produk industri bernilai tinggi.

“Saya ingin hilirisasi. That’s the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi,” tegasnya.

Menurut Prabowo, kebijakan hilirisasi akan membuka lebih banyak peluang kerja berkualitas, terutama di sektor industri manufaktur dan teknologi.

Ia mencontohkan potensi besar Indonesia dalam industri otomotif yang berbasis sumber daya alam, seperti bauksit yang bisa diolah menjadi aluminium, lalu digunakan untuk produksi kendaraan.

“Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil. Tapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat,” ujarnya.

Untuk mempercepat industrialisasi, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan strategi pembangunan berbasis “pohon industri”, yakni peta pengembangan industri turunan dari berbagai komoditas unggulan nasional.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pembangunan ratusan pabrik untuk mengolah komoditas penting agar memiliki nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.

“Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out. We have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” jelasnya.

Prabowo juga menyoroti potensi besar komoditas kelapa yang menurutnya belum dimaksimalkan. Padahal, kelapa memiliki banyak produk turunan bernilai ekonomi tinggi, seperti Virgin Coconut Oil (VCO).

“Kelapa saja dianggap miracle crop. Virgin Coconut Oil, itu dianggap anti-cancer. Tapi kita baru punya satu dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan,” ungkapnya.

Selain kelapa, Prabowo juga menyinggung ironi pada komoditas unggulan lain seperti kopi dan kakao, di mana Indonesia dikenal memiliki kualitas terbaik, tetapi produk olahannya masih didominasi merek luar negeri.

“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya coklat terbaik, tapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa industrialisasi berbasis hilirisasi adalah langkah penting untuk menciptakan pekerjaan layak sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

“Jadi justru ini jawabannya adalah industrialisasi,” tutup Prabowo.

 

Editor : Thomas Priyandoko
#Presiden Prabowo #hilirisasi #energi #prabowo