Dalam sebuah wawancara, Igra menegaskan perubahan rezim tidak bisa terjadi tanpa gerakan masyarakat yang kuat dari dalam negeri. Ia menyebut, hingga kini tidak ada tanda-tanda gelombang perlawanan rakyat yang cukup besar untuk mengguncang kekuasaan di Iran.
Baca Juga: Daftar Perusahaan Truk Pelanggar Lebaran 2026: Menhub Panggil 124 Perusahaan Truk Nakal
Ia juga menyinggung sosok Reza Pahlavi yang disebut-sebut sebagai alternatif kepemimpinan. Menurutnya, figur yang berada di luar negeri tidak akan mampu menjadi penggerak perubahan di dalam Iran.
Lebih lanjut, Igra meragukan efektivitas serangan udara dalam memenangkan konflik. Ia menilai sejarah menunjukkan bahwa kemenangan perang ditentukan oleh kekuatan pasukan darat, bukan hanya bombardir dari udara.
Situasi ini, lanjutnya, justru berpotensi memperburuk kondisi. Ia mengingatkan bahwa tekanan militer bisa mendorong Iran mempercepat pengembangan senjata nuklir, bukan sebaliknya.
Di tengah eskalasi yang terus berlangsung, konflik juga disebut mulai bergeser ke sektor energi yang berdampak luas secara global. Igra pun pesimistis terhadap peluang mediasi cepat, termasuk peran Presiden AS Donald Trump dalam meredakan ketegangan.
Ia menegaskan, tanpa strategi yang tepat dan pendekatan menyeluruh, konflik berisiko berlarut dan semakin sulit dikendalikan.
Editor : Uways Alqadrie