Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

44 Kios dan Ruko Pasar Segiri Samarinda Ludes Terbakar, Lorong Sempit Jadi Kendala Petugas Damkar

Eko Pralistio • Kamis, 26 Maret 2026 | 12:54 WIB

Puing-puing sisa kebakaran yang melanda puluhan kios dan ruko di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (26/3) dini hari. (RAMA/KP)
Puing-puing sisa kebakaran yang melanda puluhan kios dan ruko di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (26/3) dini hari. (RAMA/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kebakaran yang melanda puluhan kios dan ruko di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (26/3/2026) dini hari, tidak hanya meluluhlantahkan bangunan saja. Lebih dari itu, para pedagang yang terdampak ditaksir merugi hingga ratusan juta.

Laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, api pertama kali muncul sekitar pukul 04.20 Wita. Sedikitnya 44 bangunan terdiri dari 20 kios dan 24 ruko permanen di sekitarnya ludes dilahap api.

Untuk menangani kebakaran itu, Disdamkarmat menurunkan 14 unit truk bermuatan air yang diperkuat 50 personel inti. Puluhan relawan juga dilaporkan membantu penanganan kebakaran tersebut.

"Sekitar pukul 07.00 Wita api baru bisa dipadamkan total," ucap Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH, Kamis (25/3/2026). Hendra menilai bahan utama bangunan di Pasar Segiri yang didominasi berbahan kayu menjadi salah satu faktor utama api dengan cepat membesar. 

Baca Juga: Dugaan Pungli Oknum Dishub di Pasar Segiri, Ini Kata Andi Harun sebagai Wali Kota

Bahkan, kata dia, proses pemadaman juga sedikit mengalami kendala. Oleh karena itu, petugas disebutnya membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih untuk mengendalikan api. 

Kendala yang dihadapi petugas bukan di akses jalan menuju Pasar Segiri. Justru kendala muncul karena lorong-lorong pasar itu dinilainya sempit, sehingga mobilisasi petugas sempat terganggu.

"Kalau akses utamanya aman. Nah, saat masuk ke dalam (titik api), kan jalannya sempit, jadi petugas sedikit mengalami kesulitan saat menjangkau titik kobaran api," urainya.

Terpisah, salah satu pedagang yang terdampak, Arjuna, saat ditemui mengaku hanya bisa menatap kondisi rukonya. Pria yang sudah berjualan sejak 1993 itu mengaku kehilangan hampir seluruh sumber penghidupan keluarganya, setelah api menghanguskan rukonya.

Puing-puing sisa kebakaran yang melanda puluhan kios dan ruko di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (26/3) dini hari. Kebakaran ini mengakibatkan pedagang kehilangan sumber penghidupan utama mereka.
Puing-puing sisa kebakaran yang melanda puluhan kios dan ruko di Pasar Segiri Samarinda, Kamis (26/3) dini hari. Kebakaran ini mengakibatkan pedagang kehilangan sumber penghidupan utama mereka.

Baca Juga: TWAP Ingatkan Larangan Sewa-Menyewa Lapak di Pasar Pagi

Arjuna menceritkan bagaimana situasi mencekam subuh tadi. Api pertama kali terlihat dibagian tengah di antara kios dan ruko yang terbakar. 

"Tapi apakah gara-gara korsleting atau ada apa, saya tidak tahu. Yang jelas api itu dari tengah-tengah yang kemudian menjalar," ucapnya. Arjuna mengaku baru kali ini mengalami musibah besar setelah lebih dari tiga dekade berjualan Udang dan Es Batu di pasar tersebut.

Mulai dari peralatan usaha dan persediaan dagangan, habis terbakar. Kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. "Ruko habis semua, alat-alat juga habis. Saya jual es batu juga termasuk peralatannya, semuanya ludes," katanya.

Arjuna juga mengurai apa yang dikatakan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, ketika meninjau lokasi pada Kamis (26/3) siang. Arjuna menyebut, bahwa Pemkot berencana akan merenovasi kios-kios yang terbakar.

Baca Juga: Pendataan Pedagang Pasar Segiri Kunci Awal Revitalisasi

Akan tetapi rencana itu diperkirakan bisa berjalan di tahun depan. Sebab, Arjuna melanjutkan informasi itu, rencana Pemkot terkendala di anggaran. 

Kendati demikian, para pedagang disebutnya siap mendukung proses penataan ulang pasar, asalkan pemerintah segera menyediakan lokasi relokasi sementara agar roda ekonomi mereka tetap berjalan.

"Yang penting pedagang direlokasi dulu, dicarikan tempat supaya bisa usaha lagi," tegasnya. Arjuna sendiri berharap tetap dapat berjualan di lokasi yang sama, baik dalam bangunan permanen maupun sementara. 

Sebab baginya, Pasar Segiri bukan sekadar tempat usaha, tetapi sumber kehidupan yang telah menghidupi keluarganya puluhan tahun. "Kami tetap mau di sini. Mau permanen atau sementara tidak masalah, yang penting bisa jualan dulu," katanya.

Sebelum lebih jauh bicara soal renovasi, Arjuna berharap pemkot bisa mencari solusi awal untuk pedagang yang terdampak.

Misalnya dengan cara membantu pemasangan atap darurat di tempat usaha masing-masing pedagang sambil menunggu keputusan lanjutan dari wali kota. "Tadi sudah kami sampaikan, minimal atap dulu. Jadi pas jualan enggak kena panas dan hujan," tuturnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Pasar Segiri #samarinda #pemkot samarinda #Pasar Segiri Samarinda #andi harun