Peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari (25/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku berinisial SG (23) diduga lebih dulu menyiramkan bahan bakar minyak ke tubuh korban sebelum menyalakan api di dalam kamar.
Korban berhasil selamat meski mengalami luka bakar cukup serius, sekitar 35 persen di sejumlah bagian tubuh. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif.
Kepolisian dari Polresta Bengkulu telah mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian. SG diketahui merupakan warga asal Lampung Selatan dan kini masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif serta kronologi lengkap.
Kasus ini diduga dipicu persoalan hubungan asmara. Informasi sementara menyebutkan, hubungan korban dan pelaku telah berakhir. Namun, pelaku diduga tidak menerima perpisahan tersebut dan menyimpan dendam.
Sebelum kejadian, pelaku sempat mengirim pesan kepada korban melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan itu, ia diduga melontarkan ancaman terkait rasa sakit hati yang dialaminya.
Peristiwa bermula saat pelaku mendatangi kos korban dengan alasan ingin mengambil ponsel yang tertinggal. Namun, korban menyebut barang tersebut berada di tempat kerjanya, yakni Gym Tegar.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian meminta jaket miliknya. Tanpa rasa curiga, korban masuk ke kamar untuk mengambilkan. Di momen itulah situasi berubah drastis.
Diduga, pelaku langsung menyiramkan bahan bakar jenis pertalite ke tubuh korban. Tak berselang lama, api disulut menggunakan korek, membuat kobaran api cepat membesar di dalam kamar sempit tersebut.
Dalam kondisi terbakar, korban berusaha menyelamatkan diri. Ia berlari ke kamar mandi dan menceburkan tubuhnya ke dalam bak air. Upaya itu berhasil memadamkan api yang membakar tubuhnya.
Usai kejadian, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi. Sementara penghuni kos lainnya panik dan berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke kamar lain.
Seorang saksi, Perintis, mengatakan para penghuni fokus menyelamatkan korban sekaligus mencegah kebakaran meluas. Korban kemudian mendapat pertolongan awal sebelum dilarikan untuk penanganan medis.
Akibat kejadian tersebut, Ahmad mengalami luka bakar cukup serius, diperkirakan mencapai sekitar 36 persen. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap motif pasti dan rangkaian kejadian secara utuh.
Akibat insiden itu, Ahmad Nugroho menderita luka bakar cukup luas yang diperkirakan mencapai sekitar 36 persen dari bagian tubuhnya.
Kendati demikian, saat proses evakuasi berlangsung, korban masih dalam keadaan sadar. Dugaan sementara, respons cepat korban yang langsung merendam tubuhnya ke dalam air membantu menekan dampak luka yang lebih fatal.
Editor : Uways Alqadrie