KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menanggapi aksi “kartu merah” yang dilayangkan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul) bersama kawan-kawannya.
Aksi penyampaian kartu merah itu terjadi di tengah diskusi bertema Janji Pendidikan Gratis dan Realitas Implementasinya yang digelar BEM FISIP Unmul, Selasa (31/3/2026).
Seno Aji membenarkan adanya insiden tersebut saat forum diskusi berlangsung. Namun, dia menilai aksi itu sebagai bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa. “Di dalam diskusi tadi memang sempat muncul insiden kecil terkait kartu merah. Undangan sebenarnya BEM FISIP, namun kemudian hadir juga teman-teman dari BEM Unmul dan BEM KM yang membawa aksi simbolik kartu merah,” kata Seno Aji.
Seno mengaku tidak mengetahui secara pasti kartu merah tersebut ditujukan kepada siapa maupun jumlahnya. Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi pemerintah daerah.
“Kami tidak mengetahui kartu merah itu ditujukan kepada siapa dan berapa jumlahnya, tetapi bagi kami hal itu tidak menjadi masalah. Itu merupakan bagian dari aspirasi mahasiswa yang tentu perlu kami tampung dan perhatikan,” ujarnya.
Menurut Seno, mahasiswa merupakan generasi penerus yang nantinya akan menggantikan peran para pemimpin saat ini. Karena itu, pemerintah harus tetap membuka ruang dialog dan merangkul seluruh aspirasi yang disampaikan.
“Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah sumber daya manusia yang kelak akan menggantikan kami di masa depan, sehingga semuanya harus dirangkul,” kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki