KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Tak dimungkiri, saat ini di Samarinda kafe dan kedai kopi menjamur. Namun, salah satu tempat unik yakni Hoolu. Punya kisah yang tak ujuk-ujuk besar.
Dikenal sebagai spesialis burger, Hoolu berkembang jadi one stop dining 24 jam, menyediakan beragam menu pilihan beverage.
Eka Rachmajaya Putra, selaku supervisor Hoolu mengatakan, strategi itu bukan sekadar mengikuti tren, tapi membaca kebutuhan pasar di Samarinda. “Orang Samarinda datang bukan hanya untuk burger. Ada keluarga, ada pekerja, ada anak-anak. Kalau kita hanya menjual burger, terlalu idealis. Jadi sekarang Hoolu jadi one stop pilihan, tapi tetap dikenal spesialis burger,” ujarnya.
Usaha yang dibangun tiga sahabat, yakni Fariz, Jovin, dan Rangga, awalnya hanya menyediakan 3–5 varian burger pada 2020. Bisnis terus berkembang dari tempat yang awalnya hanya rombong kontainer biasa kini menghadirkan tempat yang nyaman dan eksklusif untuk berbagai kalangan di lokasi yang cukup strategis, yakni Jalan Angklung, No 18, Samarinda Ulu. Bahkan sudah 30 lebih menu yang jadi andalan.
“Sebelumnya Hoolu sempat tiga tahun di Jalan Dr Soetomo, akhirnya awal tahun ini pindah ke sini (Jalan Angklung),” terang Eka.
Hoolu cukup dikenal sebagai salah satu pilihan bagi pecinta burger di Kota Tepian. Dagingnya yang tebal dengan menonjolkan cita rasa lokal dari rempah-rempah yang dominan, meski burger identik dengan gaya barat, kompleksitas rasanya yang “melokal” menjadi daya tarik. Racikan itu ternyata diterima tak hanya warga lokal, termasuk lidah ekspatriat. “Enggak jarang pemain bola asing atau bule entah dari mana coba burger Hoolu dan mereka cocok dengan rasanya,” ungkap Eka.
Burger andalan mereka, Meet Hoolu dan Perfect Hoolu, masih jadi menu best seller. Di beverage ada cotton candy, yang jadi signature andalan mereka. Sejak relaunch pada pembuka Februari lalu, Hoolu tampil dengan wajah baru modern khas kekinian.
Kapasitasnya bisa mencapai 120 orang, terbagi dalam indoor dan outdoor. Indoor difasilitasi ruang ber-AC dan bebas asap, sedangkan area terbuka untuk perokok. Fasilitas dasar lainnya pun lengkap.
Di Indoor mengusung konsep American Breakfast-Modern. Dengan di sisi kanan ujung ketika masuk ada spot foto menarik deretan koleksi vinyl dan turntable. Disediakan juga photobox untuk yang ingin berswafoto. Meja-meja yang luas, tempat duduk yang nyaman, dan tersedianya stop kontak di tiap meja, jadi satu alasan tempat itu cocok untuk jadi wadah nyantai sekaligus kerja yang nyaman.
Bagi pekerja malam atau kaum nokturnal, Hoolu membuka Hoolu Supper mulai pukul 00.00–06.00 Wita. Paket itu menawarkan burger, kentang, dan minuman seharga Rp 65 ribu, lebih murah hingga 35 persen dibanding harga normal. “Kami buka 24 jam karena banyak yang butuh tempat kerja larut malam. Semua area ada stop kontak dan Wi-Fi, jadi cocok juga untuk freelancer atau meeting,” jelas Eka.
Untuk menu sarapan, mereka juga punya breakfast section yang bisa diorder pada pukul 06.00–11.00 Wita. Tidak hanya berkutat di makanan, Hoolu merangkul berbagai kalangan lewat event-event mereka, dalam musim-musim tertentu, manajemen akan melirik konsep apa yang menarik untuk dibawa ke Hoolu.
Agustus lalu Hoolu merayakan momentum kelima tahunnya dengan mengundang Morad, antusiasnya besar. Oktober nanti, Hoolu akan meluncurkan kampanye unik bertema “Burgerak”. Ide itu berangkat dari stigma burger tinggi kalori dan tidak sehat. Hoolu mencoba membalik persepsi itu dengan mengajak konsumennya tetap aktif bergerak setelah menikmati burger.
“Kami bukan ahli gizi, jadi tidak menghitung kalori. Tapi kami bikin campaign kalau makan burger itu oke saja, asal kamu juga bergerak,” ujar Eka. Untuk itu, Hoolu merencanakan akan berkolaborasi dengan komunitas lari, padel, sepeda, tenis, hingga basket. Di outlet, akan ada instalasi dan gimik interaktif seperti stiker di meja hingga permainan ular tangga untuk mendorong tamu lebih aktif.
Konsep itu menurut Eka bukan sekadar promosi musiman. Hoolu mencoba konsisten menghadirkan program atau ambience berbeda setiap bulan. “Setelah Oktober, November mungkin lebih slow untuk persiapan Natal dan Tahun Baru. Kami tidak mau terlalu flat, tapi juga tidak mau terlalu kaku,” katanya.
Meski tetap menjadikan burger sebagai identitas utama, Hoolu kini mantap dengan konsep one stop dining. “Kami tidak ingin orang datang ke Hoolu lalu merasa terbatas. Semua ada, dari burger, pasta, nasi goreng, sampai sup. Tapi orang tetap tahu, spesialisasi kami burger,” tutup Eka. (*)
Editor : Dwi Restu A