
KALTIMPOST.ID, MEXICO CITY - Air mata Kimi Antonelli kembali tumpah di Autodromo Hermanos Rodriguez, Meksiko. Namun, kali ini bukan karena kekecewaan, melainkan luapan kebahagiaan setelah melintasi garis finis di posisi ketiga GP Meksiko, 2 November 2026. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi juara dunia Formula 1 (F1) termuda sepanjang sejarah.
Pada lap terakhir, ingatan Antonelli melayang ke masa lalu. Kenangan saat masih menekuni balap gokart hingga akhirnya berdiri di puncak dunia F1 seolah berputar cepat di benaknya. Dia resmi meraih gelar juara dunia dalam usia 20 tahun 68 hari.
Capaian tersebut sekaligus mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel. Gelar ini terasa semakin emosional jika melihat perjalanan Antonelli setahun sebelumnya yang penuh keraguan. Saat itu, Mercedes sempat mendapat kritik karena performa pembalap mudanya dianggap belum layak untuk bersaing di ajang balap paling bergengsi di dunia.
"Banyak orang mengatakan setelah sembilan balapan tanpa poin bahwa dia seharusnya tidak berada di Mercedes. Bahkan, ada yang menganggap dia tidak pantas berada di Formula 1. Saya masih ingat air matanya di Spa," kenang Team Principal Mercedes Toto Wolff kepada Sky Sports, merujuk pada masa sulit Antonelli di GP Belgia tahun lalu.
Perayaan gelar semakin istimewa karena Antonelli berdiri di podium ikonik Foro Sol bersama dua nama besar, Max Verstappen dan Lewis Hamilton. Bagi Antonelli, berbagi podium dengan dua juara dunia dari generasi berbeda merupakan impian yang menjadi kenyataan.
Dia mengaku tidak sabar untuk kembali bersaing dengan keduanya di lintasan pada musim-musim mendatang.
Di balik kesuksesan tersebut, sosok penting di balik performa Antonelli, Peter Bonnington, turut mengungkapkan kekagumannya. Race engineer Mercedes yang pernah mendampingi Michael Schumacher dan Lewis Hamilton itu meyakini Antonelli memiliki talenta langka.
Baca Juga: Ini 9 Fakta Kasus Kematian Balita 20 Bulan Tewas di Jakarta Selatan, Termasuk Motif Ekonomi
"Kimi adalah generational talent berikutnya," ujar Bonnington kepada Sky Sports.
Dia menjelaskan, terdapat selisih waktu 0,2 detik yang tidak mungkin diperoleh hanya melalui latihan keras selama 10 ribu jam. Menurut Bonnington, Antonelli memiliki bakat alami seperti yang pernah dia saksikan pada Hamilton dan Schumacher.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





