Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Keterpurukan di Spa ke Puncak Dunia Formula 1

Ery Supriyadi
Penulis: Ery Supriyadi❯
Kimi Antonelli merayakan gelar juara dunia Formula 1 pertamanya setelah melewati musim penuh tekanan bersama Mercedes.
Kimi Antonelli merayakan gelar juara dunia Formula 1 pertamanya setelah melewati musim penuh tekanan bersama Mercedes.

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, MEXICO CITY - Kimi Antonelli resmi mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai juara dunia Formula 1 (F1) termuda. Kepastian gelar diraih setelah pembalap Mercedes itu finis di posisi ketiga pada GP Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Minggu (2/11).

Prestasi tersebut mengantarkan pembalap kelahiran 25 Agustus 2006 itu menjadi kampiun F1 dalam usia 20 tahun 68 hari. Rekor tersebut sekaligus mematahkan catatan juara dunia termuda yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel.

Advertisement

Keberhasilan ini menjadi puncak perjalanan emosional Antonelli yang setahun lalu sempat diragukan publik. Pada GP Belgia 2025 di Sirkuit Spa-Francorchamps, dia bahkan menangis karena frustrasi setelah tersingkir pada kualifikasi pertama (Q1). Penampilannya saat itu juga menuai kritik keras.

"Banyak orang mengatakan setelah sembilan balapan tanpa poin bahwa dia seharusnya tidak berada di Mercedes. Bahkan, ada yang menganggap dia tidak pantas berada di Formula 1. Saya masih ingat air matanya di Spa," ujar Team Principal Mercedes Toto Wolff kepada Sky Sports, mengenang masa sulit tersebut.

Advertisement

Kini, air mata frustrasi itu berubah menjadi tangis haru saat Antonelli melintasi garis finis di Meksiko. Dia mengaku berbagai kenangan sejak mengawali karier di dunia gokart melintas di benaknya pada putaran terakhir balapan.

"Itu adalah lap terakhir yang sangat istimewa. Saat melintasi garis finis, saya benar-benar meluapkan segalanya karena berhasil mewujudkan salah satu impian terbesar saya," ungkap Antonelli seperti dikutip dari laman resmi FIA.

Perayaan gelar semakin berkesan karena Antonelli naik podium bersama dua nama besar F1, Max Verstappen dan Lewis Hamilton. Dia mengaku bangga bisa berbagi panggung dengan para juara dunia dari generasi berbeda tersebut.

Kehebatan pembalap asal Italia itu juga mendapat pengakuan dari race engineer-nya, Peter "Bono" Bonnington. Sosok yang pernah mendampingi Michael Schumacher dan Lewis Hamilton tersebut menyebut Antonelli sebagai talenta langka.

"Kimi adalah generational talent berikutnya. Ada selisih 0,2 detik yang tidak bisa diperoleh hanya dengan terus berlatih. Kimi memiliki itu, sama seperti Lewis dan Michael," tegas Bono kepada Sky Sports

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hamilton hingga Norris Puji Kimi Antonelli Usai Ukir Sejarah F1

Hamilton hingga Norris Puji Kimi Antonelli Usai Ukir Sejarah F1

Sejumlah mantan juara dunia F1 mengakui konsistensi dan kematangan Antonelli setelah melewati musim keduanya bersama Mercedes.

Tinggal Butuh Finis Sembilan Besar, Kimi Antonelli di Ambang Sejarah F1

Tinggal Butuh Finis Sembilan Besar, Kimi Antonelli di Ambang Sejarah F1

Hasil GP Meksiko bisa menentukan perjalanan karier Antonelli sekaligus mengakhiri persaingan gelar F1 2026.

Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia Termuda F1

Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia Termuda F1

Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli tak ingin terlena oleh hitung-hitungan gelar dan memilih fokus memaksimalkan performa mobilnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer