KALTIMPOST.ID, XIAMEN — Tim bulu tangkis Indonesia akan menghadapi India dalam lanjutan babak grup D Piala Sudirman 2025 di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, sore ini (disiarkan langsung di TVRI Sport/Vidio pukul 16.00 WIB).
Kemenangan atas India akan membuka peluang Indonesia untuk mengamankan tiket menuju babak semifinal.
Pada laga sebelumnya, India mengalami kekalahan 1-4 dari Denmark. Hasil tersebut memang memberikan peluang bagi Indonesia.
Akan tetapi di satu sisi, India dinilai belum menampilkan kekuatan terbaik saat melawan Denmark.
Oleh karena itu, Indonesia wajib waspada jika India akan menurunkan formasi terbaiknya nanti.
Dalam pertandingan melawan Denmark, India tidak memainkan semua pemain unggulannya. Di sektor tunggal putra, India menurunkan Prannoy H.S (peringkat 30 BWF) yang kalah dari Anders Antonsen (15-21, 16-21). Kemudian Lakshya Sen, yang memiliki peringkat lebih tinggi (ke-18), belum diturunkan.
Di sektor ganda, India tidak membawa pasangan ganda putra utama Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang absen karena sakit.
Sebagai gantinya, pasangan Hariharan Amsakarunan/Ruban Kumar Rethinasabapathi turun menghadapi Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dan kalah 7-21, 4-21.
Di sektor ganda putri, pasangan andalan Gayatri Gopichand/Treesa Jolly juga absen akibat cedera.
Melihat situasi ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabidbinpres) PP PBSI, Eng Hian menilai Indonesia memiliki keunggulan di sektor ganda putra dan ganda putri berdasarkan peringkat dunia.
"Dengan komposisi pemain India saat ini, kekuatan kami lebih unggul di sektor ganda," ujarnya.
Namun, Eng Hian juga mengingatkan bahwa pertandingan di sektor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran diperkirakan akan berlangsung ketat.
"Di tiga nomor ini, kami harus lebih waspada dan cermat dalam menentukan susunan pemain," tambahnya.
Indonesia menargetkan kemenangan atas India untuk memastikan langkah ke babak perempat final sebagai juara grup. Jika berhasil meraih kemenangan, Indonesia dipastikan melaju ke fase berikutnya.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko