KALTIMPOST.ID - Carlos Alcaraz kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mencatatkan sejarah di Australian Open. Petenis nomor satu dunia itu sukses melangkah ke semifinal, capaian terbaiknya sejak pertama kali tampil di Melbourne Park pada 2021.
Pada semifinal yang digelar hari ini (30/1), Alcaraz akan menghadapi Alexander Zverev. Petenis asal Jerman tersebut saat ini menempati peringkat ketiga dunia dan dikenal sebagai salah satu pemain paling konsisten di lapangan keras.
Gelar Australian Open menjadi kepingan terakhir dalam misi career grand slam Alcaraz. Jika berhasil juara, petenis Spanyol yang akrab disapa Carlitos itu akan menyapu bersih empat turnamen grand slam sebelum genap berusia 23 tahun pada 5 Mei mendatang.
Baca Juga: Siapa Rachmat Pambudy? Akademisi yang Kini Disorot usai Bicara Prioritas MBG
Sejauh ini, Alcaraz telah mengoleksi enam gelar grand slam. Masing-masing dua gelar diraihnya di French Open, Wimbledon, dan US Open.
Duel melawan Zverev diprediksi berlangsung ketat. Keduanya sudah bertemu 12 kali dengan rekor seimbang, sama-sama meraih enam kemenangan. Menariknya, jelang Australian Open, Alcaraz dan Zverev sempat menjalani sesi latihan bersama dengan intensitas tinggi. Set latihan tersebut dimenangi Zverev dengan skor 7-6.
Hasil latihan itu memberi gambaran awal tentang sengitnya laga semifinal nanti. Alcaraz pun mengakui kualitas permainan calon lawannya.
Baca Juga: Usai Pernyataan MBG Viral, Harta Rachmat Pambudy Rp 12 Miliar Jadi Sorotan
“Aku sudah menonton pertandingan-pertandingannya di turnamen ini dan level yang dia tampilkan sejauh ini sangat impresif,” ujar Alcaraz, dikutip dari Punto de Break.
Menurut Alcaraz, servis dan permainan agresif Zverev dari baseline menjadi ancaman utama. Ia menilai duel ini akan menuntut kesiapan fisik dan mental sejak poin pertama.
“Aku tahu dia punya servis yang sangat baik, bermain solid, dan agresif ketika ada kesempatan. Aku harus mempersiapkan diri dengan baik. Jika dia ingin mengalahkanku, dia juga harus bekerja keras,” ungkap peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 tersebut.
Kepercayaan diri Alcaraz datang dari performanya sendiri sepanjang turnamen. Ia merasa level permainannya di Melbourne hampir menyamai penampilan terbaiknya saat menjuarai US Open 2025.
Saat itu, Alcaraz hanya kehilangan satu set, yakni pada partai final melawan petenis peringkat kedua dunia, Jannik Sinner. “Level permainanku di US Open memang sedikit lebih tinggi, tetapi yang sekarang sudah sangat mendekati. Aku bangga dengan caraku bermain di sini,” kata Alcaraz, seperti dilansir dari laman resmi turnamen. (*)
Editor : Ery Supriyadi