Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Kaltim Kekurangan Jutaan Butir Telur Lokal


Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani mengatakan, secara angka kebutuhan permintaan telur meningkat seiring ratusan dapur MBG sudah berjalan. "Memang kebutuhan petelur ya, ayam petelur kita saat ini memang kekurangan 60 persen. Jadi kemampuan lokal itu hanya 40 persen," ungkapnya, Kamis (28/5/2026).
Lalu, apa kaitanya dengan MBG? Fadli berasumsi, setiap dapur atau SPPG bisa membuat 3000 porsi setiap harinya. Sementara permintaan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk konsumsi telur di sekolah selama seminggu dua kali diterapkan. Untuk jumlah SPPG di Kaltim disebut sudah mencapai angka 372. Dari jumlah itu, Fadli beranggapan dapur-dapur tersebut bisa membuat sekitar 30 ribu porsi.
"Kemudian dikali itu, 30 ribu porsi dengan jumlah SPPG, kurang lebih sekitar 1,1 juta telur yang dikonsumsi anak-anak sekali konsumsi. Kalau seminggu dua kali, bisa tembus 2,2 juta," urainya. Begitu juga pola konsumsi pada daging ayam. Fadli menyebut, badan gizi nasional merencanakan satu minggu dua kali daging ayang diberikan. Per porsi disebut daging ayam bisa mencapai 104 gram, dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein.
"Itu kalau dikali dengan jumlah SPPG yang ada hampir 169 ton sekali konsumsi. Kalau dua kali seminggu, dua kali lipat dari itu," imbuhnya. Karena itu, kata dia, untuk menutup angkat defisit 60 persen di sektor telur diperlukan kebijakan pengembangan hilirisasi.
Kabar baiknya, Kaltim kebagian proyek hilirisasi industri ayam terintegrasi yang diinisiasi oleh Danantara. Pembiayaan proyek itu bersumber dari APBN dengan angka sekitar Rp 1 triliun. Fadli menyebut, ada 14 unit yang akan dibangun di Kaltim. Antara lain, satu unit fasilitas Parent Stock (PS) dan Hatchery (penetasan telur), empat unit fasilitas Pullet (pembesaran ayam), enam unit Rumah Potong Unggas (RPU), satu unit pabrik pakan, satu unit pengolahan daging dan satu unit pengolahan telur.
"Dengan adanya investasi ini, di Kaltim biasa untuk memenuhi kebutuhan yang reguler maupun juga kebutuhan MBG kita," tuturnya. Fadli menggarisbawahi, proyek hilirisasi itu nantinya difokuskan ketersediaan telur. Sementara untuk produksi ayam potong disebutnya sudah surplus. Sebab sudah ada perusahaan-perusahaan besar di Kaltim yang bergerak di sektor tersebut.
"Karena untuk daging ayam kita sudah surplus, ada dua perusahaan besar di Kaltim seperti Charoen Pokphand dan Japfa Comfeed," timpalnya. "Yang masih menjadi masalah di Kaltim adalah pakan. Pakan inilah yang keinginan kita, paling tidak prioritas utama untuk pembangunan hilirisasi nanti adalah pakan," imbuhnya mengakhiri. (riz)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




