KALTIMPOST.ID, GRESIK - Dalam empat musim terakhir Proliga, muncul satu pola menarik di sektor putri. Setiap tim yang diperkuat Nandita Ayu Salsabila selalu berakhir sebagai juara.
Catatan itu dimulai bersama Bandung BJB Tandamata pada 2022 dan 2023. Tren berlanjut ketika Ayu membela Jakarta BIN pada 2024, lalu Jakarta Pertamina Enduro pada 2025.
Memasuki Proliga 2026, Ayu mengambil keputusan berbeda. Untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya, ia bergabung dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Pilihan tersebut terasa spesial. Sejak Proliga pertama kali digelar pada 2002, Phonska belum pernah merasakan gelar juara. Kehadiran Ayu pun memunculkan satu pertanyaan besar: mampukah ia mengakhiri penantian panjang itu?
Ayu tak menampik harapan meraih juara. Namun, ia memilih tidak terlalu terbebani dengan catatan selalu membawa timnya ke podium tertinggi.
“Sebenarnya aku sih nggak menyadari ya, mungkin karena rezeki aja,” ujar Ayu kepada Jawa Pos saat ditanya soal rentetan gelar juara. Ia menegaskan fokus utamanya tetap pada proses. “Untuk musim ini yang jelas usaha dulu sih, nanti hasil kan pasti ngikutin aja,” lanjut atlet berusia 28 tahun itu.
Baca Juga: Menuju Asian Games 2026! 12 Atlet Taekwondo Kaltim Dipanggil Seleknas, Ini Daftar Targetnya
Sinyal positif sudah terlihat sejak awal musim. Phonska tampil impresif dengan menyabet gelar juara putaran pertama Proliga 2026.
Tim yang akrab disebut Petrokimia itu melaju tanpa satu pun kekalahan dari enam pertandingan. Salah satu momen krusial terjadi saat mereka menundukkan Jakarta Livin Mandiri dengan skor ketat 3-2 pada Kamis (29/1) di GOR Tri Dharma, Gresik.
Dalam laga tersebut, Ayu memang tidak mendapat banyak menit bermain. Meski begitu, kontribusinya tetap terasa, terutama saat menjalankan peran sebagai defensive specialist.
Ketika tim membutuhkan penguatan receive, Ayu kerap menjadi pilihan andalan. Ia pun siap memaksimalkan setiap kesempatan yang datang.
“Jalan aja, usaha aja dulu. Pasti kalau misalnya aku dikasih kesempatan aku juga pasti menunjukkan yang terbaik,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi