Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Marc Marquez Incar Takhta King of COTA, Misi Sulit di Tengah Ancaman Rival Panas

Ery Supriyadi • Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:50 WIB

Pebalap Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Pebalap Ducati Lenovo, Marc Marquez.

KALTIMPOST.ID - Marc Marquez bertekad merebut kembali statusnya sebagai “King of COTA” dalam balapan MotoGP di Circuit of The Americas (COTA), Austin, akhir pekan ini (29/3). Julukan tersebut melekat berkat dominasinya dengan tujuh kemenangan di kelas premier.

Namun, kejayaan itu kini terasa seperti masa lalu. Terakhir kali Marquez meraih kemenangan di Austin terjadi pada 2021.

Sejak beralih ke Ducati, nasibnya di COTA justru kurang bersahabat. Dalam dua edisi terakhir, ia selalu gagal finis. Pada 2024, masalah rem berujung kecelakaan, sementara pada 2025 ia terjatuh akibat kesalahan sendiri. Ironisnya, dalam dua balapan tersebut, Marquez sempat memimpin lomba.

Baca Juga: Di Maria Murka, Ancam Laporkan Wartawan usai Dituding Bermasalah dengan Istri

Balapan kali ini menjadi peluang baru bagi pembalap asal Spanyol itu untuk bangkit. Sirkuit sepanjang 5,5 kilometer dengan 20 tikungan dikenal sangat menuntut fisik, terutama di sektor pertama dan kedua.

Meski demikian, karakter trek tersebut justru sesuai dengan gaya balap Marquez. Ia mengaku semakin memahami motor yang kini ditungganginya.

“Selangkah demi selangkah saya semakin memahami motor ini. Itu tujuan saya saat ini,” ujar Marquez, dikutip dari GP One.

“Austin selalu menjadi trek yang cocok dengan gaya berkendara saya. Namun, dua sektor pertama sangat menuntut fisik. Kami akan mencoba memberikan yang terbaik,” lanjut juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut.

Selain mengincar kemenangan pertama di COTA dalam lima tahun terakhir, Marquez juga memburu tonggak penting: kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di semua kelas. Target itu sempat tertunda sejak September lalu akibat cedera.

“Kita lihat saja. Ini trek yang saya sukai, tetapi saya belum menang di sana dalam empat tahun terakhir,” katanya.

Baca Juga: Italia Selangkah ke Piala Dunia, Ujian Berat di Zenica

Meski diunggulkan, jalan Marquez tidak akan mudah. Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, tengah berada dalam performa terbaik setelah menyapu bersih dua seri awal musim di Thailand dan Brasil.

Performa motor Aprilia juga terbukti kompetitif. Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, bahkan mampu finis sebagai runner-up di Brasil.

Bezzecchi pun menyadari ancaman besar dari Marquez di Austin. “Jelas Marc sangat kuat di sini. Dia telah menang lebih banyak di sini daripada total kemenangan saya sepanjang karier MotoGP,” ujarnya.

“Ini tidak akan menjadi akhir pekan yang mudah. Namun, seperti biasa, saya akan mencoba memberikan yang terbaik,” tambah pembalap asal Rimini, Italia, tersebut.(*)

Editor : Ery Supriyadi
#Marco Bezzecchi #marc marquez #MotoGP Austin #King of COTA