KALTIMPOST.ID - Aryna Sabalenka kembali menegaskan dominasinya di kancah tenis dunia setelah menjuarai Miami Open 2026.
Petenis 27 tahun itu mengalahkan Coco Gauff dengan skor 6-2, 4-6, 6-3 pada laga final, Ahad (29/3) dini hari Wita. Kemenangan ini sekaligus menobatkannya sebagai petenis pertama sejak Iga Swiatek (2022) yang meraih Sunshine Double, yakni menjuarai Indian Wells dan Miami Open di musim yang sama.
Prestasi ini menempatkan Sabalenka sejajar dengan para legenda tenis putri seperti Steffi Graf, Kim Clijsters, Victoria Azarenka, dan Swiatek.
Baca Juga: Senegal Tetap Pamer Trofi Piala Afrika 2025 Meski Gelar Dicabut CAF
“Saya selalu ingin mencatatkan nama saya dalam sejarah, dan saya baru saja melakukannya. Kedengarannya sangat tidak nyata. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa mencapainya, tapi saya sangat bangga saat ini,” ujar Sabalenka dikutip dari laman resmi WTA.
Sepanjang musim 2026, Sabalenka telah memenangkan tiga dari empat turnamen yang diikutinya. Selain Indian Wells dan Miami, ia juga merebut gelar di Brisbane International pada Januari. Satu-satunya kekalahan terjadi di Australian Open, namun ia tetap melaju hingga final.
Rangkaian hasil positif ini memperpanjang dominasi Sabalenka sebagai petenis nomor satu dunia selama lebih dari 75 pekan berturut-turut. Motivasi utamanya tetap sama di setiap turnamen: menghindari kekalahan.
“Saya benci kekalahan. Saya benci perasaan ketika kalah. Saya tidak bisa tidur, saya benci diri saya sendiri atas kesalahan yang mungkin saya lakukan yang membuat saya kalah,” kata Sabalenka saat diwawancarai Ubitennis.
Baca Juga: Hasil F1 GP Jepang 2026: Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Pemimpin Klasemen Termuda di Suzuka
Setelah Miami, Sabalenka dan Gauff akan bersiap menghadapi serangkaian turnamen tanah liat. Keduanya kemungkinan akan tampil di Stuttgart Open pada pertengahan April sebelum melanjutkan ke Madrid Open. Puncak musim tanah liat akan berlangsung di Roland Garros pada akhir Mei mendatang. (*)
Editor : Ery Supriyadi