Marco Bezzecchi Bangkit di Silverstone, Dua Podium Jadi Jawaban Masa Sulit

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:21 WIB
Marco Bezzecchi menggeber motornya saat race GP Inggris di Silverstone, Minggu (9/8). (GLYN KIRK/AFP)
Marco Bezzecchi menggeber motornya saat race GP Inggris di Silverstone, Minggu (9/8). (GLYN KIRK/AFP)

 

SILVERSTONE – Marco Bezzecchi akhirnya menemukan kembali performa terbaiknya setelah melewati periode sulit yang dipenuhi kecelakaan dan cedera. Pembalap Aprilia itu berhasil meraih dua podium pada MotoGP Inggris di Silverstone akhir pekan lalu.

Bezzecchi finis di posisi ketiga pada sesi sprint dan kembali menempati posisi yang sama dalam balapan utama. Hasil tersebut menjadi momentum penting setelah rentetan hasil buruk yang dialaminya sejak Grand Prix Italia.

Podium di Silverstone terasa semakin istimewa karena kondisi fisik Bezzecchi sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Lututnya masih belum leluasa digerakkan, sementara rasa sakit di bahu kiri juga masih terasa.

Baca Juga: Wisata Gunung Boga Lesu, Anggaran Desa Luan Dipangkas hingga 70 Persen

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad pembalap asal Italia itu. Bezzecchi tetap memaksakan diri untuk kembali naik podium setelah gagal melakukannya dalam empat balapan utama sebelumnya.

"Saya sangat menginginkannya. Saya tidak bisa menyerah dan bersedia melakukan apa pun," tegas Bezzecchi.

Kerja keras tersebut akhirnya terbayar. Seusai balapan, pembalap berusia 27 tahun itu bahkan tidak kuasa menahan air mata.

"Setelah bekerja keras lalu mendapat pukulan beruntun sejak Mugello, saya datang ke sini tanpa ekspektasi tinggi. Membawa pulang dua podium terasa sangat menyenangkan," ujar Bezzecchi.

Tambahan poin dari Silverstone juga membawa Bezzecchi kembali ke posisi kedua klasemen sementara MotoGP. Dia kini terpaut 31 poin dari pemuncak klasemen yang juga merupakan rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin.

Bezzecchi juga masih unggul enam poin atas pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura.

Baca Juga: Trump Kabur dari Turki Pakai Pesawat C-32A, Ada Ancaman Pembunuhan dari Iran

Menurut Bezzecchi, hasil di Silverstone menjadi tanda bahwa periode sulit yang dialaminya mulai berakhir.

"Secara keseluruhan, ini adalah momen kebangkitan yang sangat bagus. Setelah Mugello, situasinya memang berat, termasuk saat jeda musim panas. Namun, kini semua itu sudah berlalu," kata Bezzecchi kepada MotoGP.com.

Kini, Bezzecchi memilih memanfaatkan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya sebelum kembali bertarung di lintasan.

"Sekarang saatnya untuk sedikit beristirahat dan memulihkan kondisi dengan baik, terutama untuk mempersiapkan fisik," ujarnya.

Aragon Jadi Ujian Berikutnya

Setelah GP Inggris, persaingan MotoGP berlanjut ke GP Aragon pada 28–30 Agustus mendatang. Balapan tersebut diprediksi menjadi ujian penting bagi Bezzecchi dan Aprilia.

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola bahkan menilai GP Aragon dapat menjadi salah satu tolok ukur dalam persaingan gelar juara dunia musim ini.

"Soal Bezzecchi, untungnya kami memiliki waktu tambahan satu minggu untuk pemulihan sebelum balapan di Aragon, sirkuit yang kita tahu menjadi salah satu lintasan favorit Marc Marquez," kata Rivola, dikutip dari GPone.

Rivola menyebut persaingan masih sangat terbuka. Dengan 370 poin yang masih tersedia, posisi para kandidat juara dunia masih bisa berubah dalam beberapa seri ke depan.

"Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, jumlah yang sangat besar. Namun, Aragon bisa memberikan gambaran siapa yang akan menjadi pesaing gelar sebenarnya untuk sisa musim," ujarnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
MotoGP Inggris 2026 MotoGP Silverstone MotoGP Aragon Marco Bezzecchi aprilia racing