KALTIMPOST.ID, KUALA LUMPUR - Namanya mungkin tak setenar para pemain. Namun, perannya sangat vital dalam mengantarkan Timnas eFootball Indonesia meraih gelar juara FIFAe Continental Championship 2026 di Malaysia.
Dia adalah Adyatma Priady. Pelatih asal Kutai Kartanegara yang dikenal dengan nama Ady Qwa tersebut merupakan mantan pemain eFootball profesional. Kini, dia dipercaya menangani Timnas eFootball Indonesia.
Di level klub, Ady Qwa dipercaya owner Bluefin Esports, Darwin Tandrin, sebagai head coach. Dari sisi karier, prestasinya juga tak perlu diragukan. Dia bahkan pernah berpetualang hingga memperkuat klub di Thailand.
Baca Juga: Profil Komjen Syahardiantono yang Bikin Heboh DPR: Kabareskrim Calon Kuat Pengganti Kapolri
Ady Qwa bersyukur dapat memberikan kontribusi untuk Indonesia. Menurutnya, keberhasilan Timnas eFootball lolos ke Piala Dunia tidak terlepas dari kerja keras para pemain selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Samarinda beberapa waktu lalu.
"Bukan saya yang hebat, tetapi keinginan besar pemain yang membuat kami juara. Selain itu, doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia juga menjadi kekuatan tambahan untuk meraih gelar ini," ungkap Ady Qwa.
Ady berharap prestasi Timnas eFootball tidak berhenti di level Asia. Lebih jauh, dia bertekad membawa Indonesia menjadi juara dunia.
"Target kami di Arab Saudi nanti adalah membawa pulang trofi juara. Kami akan mempersiapkan diri lebih matang karena lawan yang dihadapi adalah pemain terbaik di negara masing-masing," imbuhnya.
Setelah mengantarkan Timnas eFootball menjuarai FIFAe Continental Championship, Ady Qwa tak punya banyak waktu untuk bersantai. Dia harus kembali ke Jakarta untuk melanjutkan TC Timnas sebagai persiapan menghadapi Asian Games pada September mendatang.
Baca Juga: Para Pencari Raungan Keadilan; Cerita Pendek Karya Wahdi Anwar
"Tidak bisa langsung pulang ke Tenggarong karena lanjut TC Timnas di Jakarta. Doakan saja bisa memberikan prestasi terbaik di Asian Games nanti," pungkasnya. (*)