KALTIMPOST.ID, BAKU – Mercedes masih akan menjalani Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini tanpa membawa perubahan besar pada mobilnya. Namun, balapan di Sirkuit Kota Baku tersebut menjadi seri terakhir sebelum Silver Arrows membawa upgrade besar-besaran pada balapan berikutnya.
Upgrade itu dijadwalkan hadir pada Grand Prix Malaysia yang berlangsung di Sepang, 2–4 Oktober mendatang.
“Kami tidak punya banyak hal baru untuk Baku. Soal pembaruan, baru mulai ada sejak GP Malaysia,” kata Trackside Engineering Director Mercedes Andrew Shovlin, dikutip dari Autosport.
Baca Juga: Zidane Ubah Peran Mbappe, Prancis Siapkan Skema Baru Lawan Turki
“Semoga kami bisa membuat langkah yang cukup baik untuk kembali berada di posisi, di mana kami masuk kualifikasi dengan keyakinan bisa bertarung untuk pole,” lanjutnya.
Meski tanpa upgrade, Mercedes memiliki modal positif. Mereka mampu memenangkan dua balapan terakhir di Monza pada 6 September dan Madrid pada 13 September melalui Kimi Antonelli.
Namun, Team Principal Mercedes Toto Wolff menilai hasil tersebut tidak menjamin apa pun untuk balapan di Baku.
“Baku akan segera mengungkap kelemahan apa pun yang ada. Kami harus menghadapi akhir pekan ini dengan kerendahan hati, menjalankan hal-hal mendasar dengan baik, dan berjuang keras untuk meraih setiap poin,” kata Wolff, dikutip dari Sky Sports.
GP Azerbaijan tahun ini juga memiliki jadwal berbeda. Balapan tidak digelar pada Minggu seperti biasanya, melainkan Sabtu (26/9). Jadwal dimajukan sehari untuk menghindari benturan dengan Remembrance Day yang diperingati Azerbaijan pada 27 September.
Sementara Mercedes memilih menahan upgrade hingga balapan berikutnya, McLaren justru terus membawa pembaruan. Tim asal Woking tersebut kembali membawa H-Wing di Baku.
Baca Juga: Kabar Pemadaman Internet Nasional Dipastikan Hoaks, Ini Penjelasan Diskominfo Kubar
Pengembangan tersebut sebelumnya sempat digunakan McLaren di Monza, tetapi tidak lagi dipakai saat balapan di Madrid.
“Motivasi kami untuk terus mengembangkan mobil tetap tinggi. Kami memang harus membagi perhatian dengan pengembangan mobil tahun depan, tetapi fokus terdekat adalah meningkatkan performa dan memperjuangkan lebih banyak kemenangan pada 2026,” kata Chief Technical Officer sekaligus Chief Designer McLaren Rob Marshall. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : Jawa Pos Koran