Kisah Radithya Bayu Wardhana, Atlet Tak Terduga Jadi Juara Dunia

Ery Supriyadi • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 10:20 WIB
: Radithya Bayu Wardhana (kiri) dan Fardhan Rainanda Joe foto bersama setelah prosesi penyerahan trofi. (PBSI)
Radithya Bayu Wardhana (kiri) dan Fardhan Rainanda Joe foto bersama setelah prosesi penyerahan trofi. (PBSI)

 

KALTIMPOST.ID, KAIRO - Sosoknya terlihat tenang di atas karpet lapangan Cairo International Stadium, Mesir. Di balik gestur kalemnya itu, Radithya Bayu Wardhana baru saja menciptakan kejutan luar biasa pada ajang BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Sabtu (17/10) malam waktu setempat.

Datang dengan status ranking 1.106 dunia dan hanya menempati daftar unggulan ke-31, pebulu tangkis jebolan Audisi Umum PB Djarum ini sukses merebut medali emas tunggal putra U-19. Di partai puncak bertajuk All Indonesian Finals, Radithya menundukkan kompatriotnya yang lebih diunggulkan, Fardhan Rainanda Joe, lewat duel rubber game sengit berdurasi ketat dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8.

Kemenangan tersebut terasa sensasional mengingat Joe datang dengan status ranking 614 dunia serta menjadi unggulan ke-18. Namun, posisi tanpa beban justru membuat Radithya tampil lepas sejak babak awal hingga memastikan gelar juara dunia junior.

Baca Juga: RSUD RAPB PPU Gelar Apel Pagi dan Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

"Bisa juara dunia junior masih berasa seperti mimpi. Cukup puas? Saya rasa belum karena masih ada tantangan lagi ke depannya," ujar Radithya seusai laga.

Kemenangan ini memastikan langkah Radithya melenggang mulus masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI. Pemain muda ini menegaskan tekadnya untuk menimba ilmu dari para senior demi terus memberikan penampilan terbaik bagi Merah Putih.

"Dengan pembawaan yang kalem, kalau dibilang tegang semua orang pastinya akan tegang. Memang pembawaan saya seperti itu. Gelar ini saya persembahkan buat orang tua di rumah, buat om saya, buat keluarga besar, dan buat klub saya," kata Radithya.

Perjalanan Radithya merebut podium tertinggi terbilang sangat terjal. Setelah mendapat bye di babak 256 besar, ia menyingkirkan Srinivas Subash asal Amerika Serikat (15-6, 15-11), Tae Hyun Kim dari Korea Selatan (15-13, 15-9), serta Jing Yu Luo dari Tiongkok (15-7, 18-16).

Langkah impresifnya berlanjut dengan menundukkan Taisei Kushima asal Jepang (18-16, 15-7) di babak 16 besar, wakil Malaysia Boon Le Lim (15-8, 15-11) di perempat final, hingga menumbangkan Jagsher Singh Khangurra asal India (15-6, 13-15, 15-3) di semifinal sebelum akhirnya menumbangkan Joe di partai puncak.

Sementara itu, Fardhan Rainanda Joe tetap berlapang dada menerima medali perak keduanya setelah sebelumnya juga menjadi runner-up di Asian Junior Championships (AJC). Joe mengakui ketangguhan rekannya sejak awal laga.

"Tadi Radithya bermain cukup baik jadi saya tidak bisa keluar dari tekanan juga saat di game pertama. Maunya juara namun dapatnya perak, tetapi bersyukur juga bisa sampai di titik ini," tutur Joe.

Baca Juga: Perkuat Modal demi Naik Kelas, Prima Tunas Borong Saham Bank Ganesha Rp172 Miliar

Joe bertekad menjadikan pengalaman di Mesir ini sebagai bahan evaluasi mental bertanding, terutama dalam sistem 15 poin. "Apalagi di poin 15 ini semuanya bisa terjadi. Dari match sebelumnya di semifinal saya tertinggal 12-14 bisa menjadi 16-14. Itu satu pelajaran yang penting buat ke depannya," pungkasnya.

Keberhasilan Radithya melengkapi dominasi Indonesia di Kairo. Pada nomor ganda campuran U-19, pasangan Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti juga mempersembahkan gelar juara usai menumbangkan duet Tiongkok Feng Yi Lang/Li Meng Han dengan skor 16-14, 8-15, dan 17-15.

Editor : Ery Supriyadi
Radithya Bayu Wardhana BWF World Junior Championships 2026 Fardhan Rainanda Joe pbsi bulu tangkis indonesia