Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Air Mata di Bukit Damai: Aldi Bocah 4 Tahun Korban Tabrak Lari, Pergi dengan Tanda-Tanda yang Aneh sebelum Kecelakaan

Syahrul Ramadan • Selasa, 22 Oktober 2024 | 18:38 WIB
Proses memakamkan korban tabrak lari yang terjadi di kawasan BDS, Balikpapan Selatan.
Proses memakamkan korban tabrak lari yang terjadi di kawasan BDS, Balikpapan Selatan.

 

 

KALTIMPOST.ID, Alditama Perkasa berusia 4 tahun telah berpulang dengan tenang setelah menjadi korban tabrak lari yang terjadi di kawasan Bukit Damai Sentosa (BDS), Balikpapan Selatan pada Senin (21/10).

Dia dinyatakan sudah tidak bernyawa oleh pihak rumah sakit malam hari, ayah, ibu, dan keluarga korban tak kuasa menahan tangis, karena Aldi sudah berpulang lebih awal di sisi sang pencipta.

Saat ditemui Kaltim Post di kediaman duka yang berlokasi di kawasan BDS II, Jalan Kakaktua, Balikpapan Selatan. Tampak ayah, ibu dan keluarga korban hanya bisa mengenang sosok Aldi.

Tepat pada Selasa (22/10), korban dimakamkan di permakaman BDS II sekitar pukul 08.40 Wita. Semua yang hadir di pemakaman hanya berlapang dada serta menyerahkan kepada Sang Maha Kuasa atas kepulangan Aldi.

 Baca Juga: Kapolda Cek Pembangunan Fasilitas di Markas Polres PPU

Ayah korban (Aldi), Suparwoto, tampak lemas dan menahan kesedihannya atas peristiwa yang menimpa anaknya.

Dia menceritakan, Aldi merupakan anak pertama yang mau beranjak ke usia 5 tahun pada Desember 2024. Atas insiden ini, ia tidak menyangka harus kehilangan anaknya.

Dalam keadaan berduka, Suparwoto mencoba menceritakan sebelum peristiwa tabrak lari, anaknya sudah memberikan tanda-tanda kepada dirinya dan ibunya.

“Anak sebenarnya sudah kasih tanda-tanda. Anak saya selalu duduk di atas loteng lantai dua dia selalu melihat ke arah makam utinya (neneknya), dan menunjuk di situ istana dia (Aldi) bilang begitu,” tutur Ayah dengan nada lemas dan mata berkaca-kaca kepada Kaltim Post.

 Baca Juga: Rumah Pengolahan Kerupuk di Balikpapan Ludes Terbakar, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor

Padahal, kata Suparwoto, pemakaman BDS tidak terlihat dari lantai dua. “Tapi baginya dia (anaknya) selalu bertanya itu apa ayah, itu apa ayah, anak saya selalu tanyain itu terus, tapi saya selalu melesetkan kalo itu hanya hutan,” ujarnya.

Menurutnya, ucapan seperti itu, anaknya sudah ucapkan jauh sebelum peristiwa kecelakaan. Sebab dua minggu atau satu minggu yang lalu, Aldi selalu menanyakan dan menunjuk ke arah makam tersebut.

“Mamanya juga sempat takut, karena anaknya sempat ngomong meninggal gitu. Kami mengira itu, bahasa YouTube karena anak saya biasanya juga menonton YouTube,” sebutnya sambil terdiam sejenak.

 Baca Juga: Pelaku Tabrak Lari di Balikpapan yang Diamuk Warga, Ternyata Sudah Berstatus Tersangka Kasus Curanmor

Karnail sapaan akrabnya, hanya bisa mengenang sosok anaknya karena memiliki daya tangkap yang baik.

“Anak ini daya tangkapnya cepat tapi Allah lebih sayang, mungkin ini jatah saya hanya menemani anak saya sampai mau usia 5 tahun. Karena bulan Desember ini anak sudah memasuki usia 5 tahun,” sambungnya.

“Jadi mungkin jatah saya hanya lima tahun dan selebihnya, menemani neneknya karena sudah pulang lebih dulu,” kenangnya sambil menahan tangisnya.

Dia juga tidak menyangka karena yang membuatnya sedih dan sakit peristiwa kecelakaan tersebut.

“Yang membuat saya sedih dan sakit kenapa anak saya meninggalnya tragis, itu saja yang membuat saya sedih,” tuturnya.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Lantik Gus Miftah dan 6 Utusan Khusus di Istana Negara

Dengan kepergian Aldi di tempat yang lebih tenang, dia masih diberi kesempatan untuk memeluk anak pertamanya.

“Saya bersyukurnya, saat napas terakhirnya, saya masih bisa peluk dia,” kenangnya. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

 

Editor : Dwi Puspitarini
#meninggal #tabrak lari #firasat #anak #kecelakaan #balikpapan #korban