BALIKPAPAN - Kesadaran akan pentingnya bantuan hidup dasar sebagai bentuk awal penanganan dalam kondisi darurat harus menjadi hal yang penting dan dikenal oleh masyarakat.
Melihat pentingnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memberikan bantuan hidup dasar, Kelurahan Sepinggan Baru (Sebaru) mengadakan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD ) bagi warganya, Selasa (6/2).
Lurah Sepinggan Baru Sarbin mengatakan pembangunan sumber daya masyarakat dalam bidang kesehatan dirasa perlu agar keterampilan di masyarakat dapat ditingkatkan dalam penanganan masalah di sekitar.
"Permasalahan yang kerap timbul adalah ketika ada kasus kegawatdaruratan yang terjadi di masyarakat, dan memerlukan penanganan awal, salah satunya bantuan hidup dasar, keterampilan itu masih minim di masyarakat," jelas Sarbin.
Sarbin melanjutkan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara pemberian bantuan hidup dasar dirasa sangat penting.
Para peserta yang merupakan perwakilan warga dari 65 RT di Sebaru dan didampingi Bhabinkamtibmas, Babinpotdirga, Babinsa Kelurahan diharapkan mampu memahami dan meningkatkan kemampuannya untuk ditularkan kepada warga lainnya.
"Kegiatan ini sebagai wadah informasi tentang kasus kegawatdaruratan di masyarakat dalam memberikan bantuan hidup dasar. Dan tidak hanya penting untuk diri kita sendiri, namun juga bagi orang lain di sekitar kita,"ucapnya.
Dia berharap dengan semakin banyaknya pelatihan seperti ini, kesadaran akan pentingnya bantuan hidup dasar semakin tinggi dan masyarakat akan lebih aktif dalam memberikan bantuan di kondisi darurat.
"Kegiatan pelatihan ini dianggap sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat," ucap Sarbin.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Kelurahan Sepinggan Baru diisi oleh narasumber dokter Nursakti dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang juga sebagai koordinator PSC 119 Kota Balikpapan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan sejumlah dasar-dasar bantuan hidup berfokus pada penanganan pertama pada kondisi gawat darurat disebabkan riwayat jantung, pertolongan pada orang yang pingsan maupun pengetahuan untuk mengecek nadi.
“Harapan kami semoga kegiatan ini ada manfaatnya, kami anggap 10 orang yang hadir dan memahami dan ditularkan ke orang lain berarti makin banyak yang paham. Semakin banyak orang awam yang paham akan semakin baik dalam memberikan respon cepat dan tepat dan dapat membantu meningkatkan keselamatan bagi pasien gawat darurat,” pungkasnya. (pms/ind)
Editor : Indra Nuswantoro