Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PT KRA Ajak Kader Posyandu, Latih Manajemen MP-ASI

Ahmad Yusuf Dewantara • Minggu, 18 Februari 2024 | 15:51 WIB
PELOPOR KESEHATAN: Manajemen PT Komatsu Remanufacturing Asia bersama kader Posyandu Karang Joang dalam acara pelatihan manajemen MP-ASI untuk mencegah stunting pada balita di Balikpapan
PELOPOR KESEHATAN: Manajemen PT Komatsu Remanufacturing Asia bersama kader Posyandu Karang Joang dalam acara pelatihan manajemen MP-ASI untuk mencegah stunting pada balita di Balikpapan
BALIKPAPAN - Pemenuhan gizi merupakan hak anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak adalah memberikan makanan yang terbaik bagi anak sejak usia balita. Untuk mencapai hal tersebut, Komatsu Remanufacturing Asia (Reman) menggelar Pelatihan Manajemen Makanan Pendamping  ASI (MP ASI) Untuk Mencegah Stunting pada Balita di Kantor (Reman) Sabtu (17/2).
 
Puluhan ibu-ibu kader Posyandu di Karang Joang, Balikpapan Utara hadir dalam pelatihan hasil dari Kerjasama Puskesmas Karang Joang, Perhimpunan Perinatologi Indonesia (Perinasia) dan KMS. 
 
Mereka yang hadir antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari pembukaan kegiatan hingga pembekalan materi pengetahuan dan praktek.
 
Materi pelatihan yang disampaikan oleh para dokter spesialis di bidangnya & ahli gizi dari Perinasia adalah materi pokok pelatihan yang diberikan difokuskan pada dasar-dasar pentingnya makanan pendamping ASI, kecukupan gizi makanan pendamping ASI, tahapan pemberian makanan pendamping ASI, penyiapan makanan pedamping ASI, teknik dan strategi pemberian makanan pendamping ASI pada anak tidak mau makan, praktek menyiapkan makanan pendamping ASI dan diakhiri presentasi penyajian MP-ASI serta diskusi.
 
HCGS Finance Division Head PT Komatsu Remanufacturing Asis, Hendy Nugroho menyatakan secara keseluruhan agenda pelatihan manajemen MP-ASI ini untuk mencegah sekaligus menurunkan angka stunting pada balita di wilayah Balikpapan, khususnya di kelurahan Karang Joang. “Hari ini kami melaksanakan salah satu pilar program CSR perusahaan dibidang kesehatan yang bekerjasama Puskesmas Karang Joang dan Perinasia,” katanya.
 
Dimana kata Hendy, pilar kesehatan merupakan bagian dari 4 pilar CSR lainnya yakni pilar pendidikan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi kreatif. “Jadi kami melalui program CSR dari perusahaan ini salah satu tujuannya mengurangi angka stunting supaya generasi muda kita kelak bisa mendapatkan gizi yang cukup, dan bukan hanya pintar dari sisi ilmu tapi juga dari sisi jasmaninya,” ucapnya.
ANTUSIAS : Ibu-ibu kader Posyandu Karang Joang saat melakukan praktek penyiapan makanan pendamping ASI.
ANTUSIAS : Ibu-ibu kader Posyandu Karang Joang saat melakukan praktek penyiapan makanan pendamping ASI.
 
Harapannya, tegas Hendy, kepada ibu-ibu kader PKK sebagai kader kesehatan dari Posyandu tentunya dari pelatihan ini bisa  memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan masyarakat. “Menurunkan angka stunting tidak cukup dari kerja puskesmas dan Dinas Kesehatan, tapi perlu kepanjangan tangan dari ibu-ibu PKK/kader Posyandu sebagai penggerak roda kecil di lingkungan kerja dan juga lingkungan masyarakat sekitar agar hidup lebih sehat dan produktif,” pungkasnya.
 
Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Balikpapan Utara, Sanrang menyatakan guna memberikan akses edukasi untuk para tenaga kesehatan dan mitra kesehatan yakni masyarakat, pelatihan ini sangatlah penting untuk lebih giat lagi  menjaga kesehatan. Apalagi untuk kesehatan anak sejak dini dan generasi muda penerus bangsa agar terhindar dari stunting. “Terimakasih kepada kepada Reman melalui CSR sudah mau melibatkan ibu-ibu kader PKK dan posyandu Karang Joang. Pelatihan ini sangat luar biasa,” katanya. “Dan kalau saja semua perusahaan di Balikpapan Utara punya inisiatif menggelar pelatihan serupa maka secara langsung angka stunting di Balikpapan Utara jadi Zero,” sambungnya.
 
Dikatakan Sanrang melalui potongan pantunya, Menu Makanan Tak Harus Enak, Cukup yang Bisa Membuat Sehat. “Sekedar masukan bahwa stunting ini jangan dianggap sepele dan jangan kita anggap enteng, diperlukan peran kita semua bapak dan ibu, terutama ibu dari bayi untuk benar-benar mengasuh anaknya. Jangan disibukkan dengan masalah lingkungan sekitar aja,” ungkapnya. “Masalah stunting ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak-sepihak, ini harus diselesaikan secara tim, secara berkesinamabungan dan secara bersama-sama demi anak cucu kita kelak,” pungkasnya.
 
Sementara , Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Elisabeth Rassi menyatakan  mengapa pelatihan MP-ASI  ini menjadi sangat penting karena memang anak balita yang sudah lepas ASI membutuhkan makanan pendamping ASI dalam rangka pertumbuhan perkembangan tidak hanya fisik, tetapi bagaimana juga merangsang sikomotoric balita sejak dini.
“Disamping sangat penting juga dalam rangka mencegah gizi buruk sekaligus mendukung program pemerintah tentang menurun angka stunting,” katanya.
 
Contoh dalam pelatihan yang tidak hanya bagaimana mengolah makanan jadi satu kandungan karbohidrat saja, tapi juga didalamnya juga harus mengandung  protein, nabati, hewani serta beberapa zat mineral lainnya yang dibutuhankan anak balita. “Tentunya dengan makanan itu anak-anak bisa  tumbuh menjadi anak-anak emas penerus bangsa. Yang kelak  menjadi calon pemimpin yang tidak hanya cerdas secara ilmu tapi juga sehat jasmani dan rohani,” ungkapnya. “Dan besar harapan kami untuk ibu-ibu kader PKK dan Posyandu yang bisa menjadi bagian  upaya pemkot melaksanakan upaya kesehatan lainnya yang berbasis masyarakat,” pungkasnya. (dwn)
Editor : Agus Prayitno
#Kesehatan dan Gizi #mencegah stunting pada anak #Posyandu Karang Joang