TRADISI turun-temurun dilakukan suku Bugis, Sulawesi Selatan di Kaltim, di antaranya khitan anak perempuan atau makkatte. Saat tradisi, anak perempuan yang beranjak remaja mengenakan baju bodo, dengan riasan wajah yang cantik.
Seperti dilakukan keluarga Haji Husin, kepada dua cucu perempuannya, Medina Ameera (5) dan Humaira Nuranisa (10). Propertinya ada pisang, kelapa, gula merah, beras ketan pada sebuah wadah, ayam hidup. Pisang melambangkan penarik rezeki, gula merah dengan harapan memeluk kehidupan yang senantiasa manis dan lainnya.
Anak tersebut diajak berwudu, lalu didudukkan pada bantal sambil mengucapkan dua kalimat syahadat saat sanro, dukun perempuan yang sudah dipercayai keluarga turun-temurun untuk mengkhitankan, melakukan penggoresan kecil pada klitoris. Kemudian, anak digendong ayahnya berkeliling dalam rumah.
“Semua yang tersedia memiliki pesan, makna, dan doa. Jadi, tradisi ini memang memanjatkan doa yang dipanjatkan untuk anak. Agar kelak ketika dewasa anak bisa hidup sejahtera, beriman, dan selalu berlimpah rezeki,” jelas Maulina, ibu Humaira.
Prosesi selesai, anak lantas duduk di pelaminan seperti pengantin. Setelah itu dilakukan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat serta pujian bagi Nabi Muhammad SAW, diakhiri makan bersama. (ms/k15)
IBRAHIM SAINUDDIN
baimkaltimpost.bpn@gmail.com
Editor : Ismet Rifani