BALIKPAPAN- Perkembangan era digital memengaruhi pola perilaku belanja daring (online) warga Balikpapan tampaknya menarik perhatian dosen Prodi S-1 Manajemen Universitas Mulia Made Ayu Lestariani SE MM. Hal ini terungkap setelah ia memaparkan hasil penelitiannya dalam Seminar Nasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Balikpapan, Kamis (16/5) lalu.
Penelitian berjudul Analisis Perilaku Pembelian Produk Pangan Segar secara Online pada Konsumen di Kota Balikpapan ini ditulis Made Ayu Lestariani sebagai penulis tunggal.
“Dari penelitian ini, mayoritas konsumen, terutama perempuan berusia 20-30 tahun, ternyata lebih suka belanja online karena efisiensi waktu dan tempat. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan sebelum membeli adalah jarak lokasi penjual dan kesegaran produk,” kata Made.
Made mengatakan, produk yang dibeli konsumen dalam hal ini adalah produk pangan segar, baik yang berasal dari hewani maupun nabati, seperti sayur, buah, ikan, daging, telur, susu murni hingga biji kopi.
“Alasan pangan segar dipilih adalah karena kebutuhan pokok. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana sih perilaku warga Balikpapan belanja online produk pangan segar,” terangnya.
Penelitian yang dilakukannya menggunakan metode analisis deskriptif, dengan melibatkan 72 responden yang dipilihnya berdasarkan dua kriteria. Yaitu warga Kota Balikpapan dan pernah belanja daring produk pangan segar dalam tiga bulan terakhir.
Mayoritas responden, menurutnya, adalah perempuan yang bekerja dengan rentang usia 20-30 tahun dan memiliki keluarga, terdiri atas empat sampai lima orang anggota keluarga.
Ketika berbelanja daring, menurut Made, mayoritas responden mengaku mendapatkan informasi produk pangan segar dari iklan digital di media sosial, terutama pada aplikasi perpesanan WhatsApp.
“Apalagi, mereka sebelum membeli mempertimbangkan jarak lokasi penjual, juga karena produknya masih segar. Mereka bisa beli 1-2 kali dalam sebulan,” tuturnya.
Dari paparannya tersebut, Made mengingatkan adanya tren konsumen berbelanja online di era digital saat ini. Bagi pelaku usaha, Made mengingatkan agar memiliki pengetahuan tentang perilaku konsumen.
“Ya, setidaknya untuk mempertahankan bisnis mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. Memiliki pengetahuan perilaku konsumen ini dapat memberikan wawasan berharga bagi para pengusaha dan pemasar yang ingin memahami pasar mereka dengan lebih baik,” terangnya.
Dengan memahami perilaku konsumen belanja online, Made berharap penelitiannya menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan preferensi konsumen.
Dalam kesempatan tersebut, Pudjiati MM menandatangani kerja sama dengan Ketua Program Studi S-1 Manajemen Uniba Nadi Hernadi Moorcy SE MM yang tertuang dalam Implementation Arrangement (IA).
Dalam Seminar Nasional FEB Uniba tahun 2024 ini, Prodi S-1 Manajemen Universitas Mulia menjadi co-host dan mengirimkan lima orang dosen yang mempresentasikan hasil penelitiannya. Yakni Murtasiyah SE MM, Made Ayu Lestariani SE MM, Endah Lestari SE MM, Nandha Narendra SE MM dan Dr Abdul Halim MM. (UM/mra/ms/k15)
Editor : Ismet Rifani