Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Komisi III Akan Panggil Dinas PU, Beber Progres Pembangunan Drainase untuk Penanggulangan Banjir

Dina Angelina • Jumat, 31 Mei 2024 | 13:41 WIB

Photo
Photo
PROYEK MAHAL: Turunan Global Sport, salah satu titik proyek optimalisasi DAS Ampal. Sejauh ini, DPRD belum menerima laporan dan progres proyek tersebut untuk mengatasi banjir di kawasan sekitar. FOTO: ANGGI PRADITHA/KP

BALIKPAPAN – Mengatasi masalah banjir di Kota Minyak, Pemkot Balikpapan telah menggelontorkan anggaran untuk proyek penanganan banjir. Salah satu yang paling menyedot perhatian proyek perbaikan DAS Ampal. Ada beberapa titik perbaikan drainase dengan anggaran Rp 136 miliar.

Harapannya dari megaproyek tahun jamak ini berdampak besar mengurangi titik banjir. Mengingat perlu beberapa tahap untuk bisa menyelesaikan satu per satu titik banjir. Namun, beberapa kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Balikpapan, sejumlah titik genangan air masih muncul.

Meski sebagian titik banjir telah tertangani, ada pula titik yang baru. Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Nurhadi Saputra mengatakan, kondisi Jalan MT Haryono saat ini sudah mulai terdapat perubahan. Dulu hujan deras tidak bisa dilewati, kalau sekarang sudah mulai berkurang.

“Setidaknya, arus lalu lintas masih berjalan lancar tidak tersendat. Artinya ada progres,” katanya. Namun dia mengakui, ada titik-titik banjir atau genangan di lokasi lain. Terlihat saat hujan deras beberapa waktu lalu. Menurutnya, mudah saja untuk memantau titik genangan.

Dia menyarankan, agar wali kota cukup memantau lewat perangkat daerah. “Misalnya, lurah dan camat saja turun dan lapor soal kondisi di wilayah masing-masing,” ucapnya. Nurhadi yakin seharusnya bukan hal yang sulit bagi lurah dan camat turun ke lapangan cek kondisi warga.

Lalu, mereka yang sampaikan hasil pantauan wilayah kepada kepala daerah. Artinya, wali kota tetap bisa monitor tanpa perlu turun mengecek semua titik genangan di Kota Beriman. Sehingga, pada saat momen pembahasan anggaran, Pemkot Balikpapan sudah punya gambaran mana saja yang mau dibangun atau perbaikan drainase.

Apalagi, Juni sudah masuk pembahasan rancangan APBD 2025. Selanjutnya, Komisi III akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk update progres pembangunan drainase. Terlebih, anggaran untuk mengatasi banjir selama ini menjadi prioritas karena berkaitan langsung kepada masyarakat.

“Kami pasti bertemu dulu sebelum nanti pembahasan menuju rancangan APBD Murni 2025,” ucapnya. Dia menambahkan, sejauh ini belum ada pembahasan anggaran untuk proyek pengendalian banjir. Maupun tahapan selanjutnya dari perbaikan DAS Ampal. Termasuk dalam rancangan APBD Perubahan 2024.

“Kami harus bahas rancangan APBD Murni 2025 dulu pada Juni, setelah itu baru bahas rancangan APBD Perubahan 2024,” tuturnya. Nurhadi berharap, terutama perbaikan genangan di jalan protokol banyak dilalui masyarakat bisa menjadi perhatian wali kota. Namun, memang harus cross-check langsung, tidak bisa hanya mendengar cerita orang.

Dia menyarankan, wali kota tidak usah peduli omongan negatif. Jika ada nada-nada sumbang yang mempertanyakan kenapa wali kota baru turun sekarang, pencitraan, dan sebagainya. “Itu hal yang biasa dalam politik. Tapi yang terpenting mau bekerja. Kalau ada haters hal yang biasa,” imbuhnya. (ms/k15)

 

DINA ANGELINA

dinaangelina6@gmail.com

 

Editor : Ismet Rifani
#dprd balikpapan #banjir #Proyek DAS Ampal