Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hingga Pekan Ke-28 Tahun 2024, Total 861 Kasus DBD di Kota Balikpapan

Dina Angelina • Selasa, 16 Juli 2024 | 18:59 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati. (Foto: Anggi/KP)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati. (Foto: Anggi/KP)

BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus memantau jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota ini. Pada pekan ke-28 tahun 2024, tercatat ada 40 kasus DBD baru.

Menurut data DKK Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Tengah mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 10 kasus. Disusul oleh Balikpapan Selatan dengan 9 kasus, Balikpapan Utara dengan 8 kasus, Balikpapan Kota dengan 6 kasus, Balikpapan Barat dengan 5 kasus, dan Balikpapan Timur dengan 2 kasus.

Balikpapan Timur menjadi satu-satunya wilayah yang masuk dalam kategori rendah kasus DBD atau zona hijau. Sedangkan kecamatan lainnya berada dalam kategori sedang atau zona kuning. Kabar baiknya, pada pekan ke-28 tidak ada kasus kematian akibat DBD.

"Alhamdulillah, tidak ada lagi kasus kematian akibat DBD," ucap Kepala DKK Balikpapan, Alwiati. Secara keseluruhan, hingga pekan ke-28 tahun ini, total terdapat 861 kasus DBD di Kota Balikpapan.

Sejak awal tahun, hanya ada satu kasus kematian terkait DBD. Alwiati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman nyamuk Aedes Aegypti dengan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Warga diharapkan untuk menerapkan gerakan 3M plus: menguras bak air, mengubur barang bekas, dan menutup penampungan air. "Selain itu, penting untuk menggalakkan kerja bakti massal di lingkungan RT masing-masing," tambahnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, Balikpapan sering diguyur hujan, yang bisa menimbulkan genangan air dan memudahkan jentik nyamuk berkembang biak.

“Pada musim penghujan dan pancaroba, curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan tempat-tempat berkembang biak nyamuk DBD,” jelasnya. Kondisi ini sering menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) saat musim penghujan.

Alwiati juga mengingatkan pentingnya gerakan "1 Rumah, 1 Jumantik" dan penggunaan kelambu air. "Kelambu air merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi masalah jentik, karena mencegah nyamuk masuk ke penampungan air," imbuhnya. Setidaknya, ini dapat meminimalkan perkembangan nyamuk. (gel)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#Demam Berdarah (DBD) #kesehatan #dbd #balikpapan