KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan berbagai platform untuk meningkatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan, dimulai dengan menggandeng platform Kelas Pintar.
Kerja sama ini memudahkan guru dalam menyampaikan pembelajaran dengan bantuan visualisasi langsung. Guru dapat memanfaatkan materi ajar melalui platform Kelas Pintar yang ditampilkan di layar di dalam kelas.
Dengan bantuan visualisasi, siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran. Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa Pemkot Balikpapan telah menganggarkan dana untuk sarana prasarana TIK dalam dua tahun terakhir.
Anggaran ini digunakan untuk mendukung program TIK bagi siswa-siswa di Kota Minyak, termasuk penyediaan perangkat dan materi pelajaran. Pemkot Balikpapan juga memberikan bantuan secara bertahap melalui program "satu guru satu laptop" dan "satu anak satu laptop."
“Siswa dapat menggunakan laptop Chrome Book, yang dirancang khusus untuk belajar dan tidak memungkinkan akses aplikasi lain,” kata Irfan. Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan platform Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) untuk memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara online.
“Dengan learning management system (LMS), anak-anak masih bisa belajar di rumah,” tambahnya. Irfan juga menyebutkan bahwa rata-rata semua SD dan SMP negeri sudah menerima bantuan tersebut, meskipun pengadaan dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran daerah. Sementara itu, siswa TK mendapat bantuan Smart Table.
“Modelnya seperti meja yang memungkinkan mereka belajar dengan visualisasi yang sesuai dengan usia,” jelasnya. Pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan kepada siswa dalam bentuk sarana prasarana dan platform.
“Anak-anak seharusnya bisa belajar kapan pun dan di mana pun, begitu juga guru bisa mengajar kapan pun. Itulah makna sebenarnya dari Merdeka Belajar,” tuturnya. Kegiatan belajar mengajar tidak lagi terpaku pada ruang kelas saja. (gel)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko