Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Proses Kreatif Sastrawan

M
Muhammad Aufal Fresky.
Muhammad Aufal Fresky.

Advertisement

Oleh: Muhammad Aufal Fresky

KALTIMPOST.ID, Sebuah karya sastra dengan estetika yang memikat serta sarat nilai biasanya tak lekang oleh arus waktu. Dikenang lintas generasi. Tak lapuk oleh zaman. Karya yang bukan sekadar merevolusi alam pikiran, tapi juga mampu membenahi jiwa pembacanya. Karya sastra semacam itu biasanya dilahirkan dari sebuah proses yang panjang dan bahkan berdarah-darah.

Nama-nama besar di gelanggang sastra nasional seperti Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Sapardi Djoko Damono, Buya Hamka, dan Emha Ainun Nadjib, menjadi contoh nyata dalam menelurkan karya sastra yang memukau. 

Advertisement

Selain mereka, masih banyak lagi yang tak mungkin saya sebutkan semua satu per satu. Selaku penulis yang menaruh minat yang cukup tinggi terhadap dunia sastra, saya pun jadi penasaran dan bertanya-tanya, adakah kiat atau tips ampuh yang dari para maestro tersebut untuk menghasilkan mahakarya yang begitu digandrungi berbagai macam lapisan masyarakat? Adakah tirakat khusus untuk menciptakan cerpen, puisi, novel, dan karya sastra lainnya, yang mampu menyihir pembacanya?

Usut punya usut, ternyata kecerdasan kognitif saja ternyata tidak cukup untuk menelurkan sebuah karya yang berdampak luas. Pemahaman terkait kaidah bahasa dan kepiawaian dalam mengolah kata, ternyata belum cukup. Ada dua hal utama yang menjadi modal atau bekal utama bagi sastrawan dalam menjalani proses kreatifnya. Yakni imajinasi dan kepekaan.

Advertisement

Seperti yang telah diuraikan dengan cukup gamblang oleh Muakibatul Hasanah dan Wahyudi Siswanto dalam bukunya yang berjudul Mengenal Proses Kreatif Sastrawan Indonesia. Apabila merujuk pada buku tersebut, ada delapan bekal sastrawan. Hanya saja, dalam catatan kali ini, saya hanya akan membahas dan mengurai dua hal saja, yakni imajinasi dan kepekaan.

Seperti yang pernah didawuhkan pakar fisika internasional, mendiang Albert Einstein bahwa imajinasi merupakan fondasi utama kemajuan, kreativitas, dan penemuan. Bahkan menurut ilmuwan asal Jerman tersebut, imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Jika boleh menambahkan, imajinasi merangsang kita untuk berpikir lebih luas, lebih dalam, lebih tinggi, dan menyeluruh.

Kekuatan imajinasi yang kita miliki tak terbelenggu oleh sekat ruang dan waktu. Bahkan, merangsang kita menjelajahi banyak hal di alam semesta, mendobarak batas-batas yang barangkali telah ditetapkan oleh para peneliti, ilmuwan, pakar, akademisi, dan intelektual di seluruh dunia. 

Lewat imajinasi, kita bisa menjelajahi lorong-lorong masa silam, dan juga menghayalkan masa depan. Demikian yang dilakukan oleh sebagian sastrawan kita dalam menuliskan karya sastranya. Mereka mengaktifkan imajinasinya terkait segala hal di alam semesta ini, entah itu tentang manusia, flora, fauna, planet, bulan, matahari, galaksi, presiden, wong cilik, teknologi digital, kemiskinan, Pancasila, Indonesia, Prabowo, dan semacamnya.

Sebab, sekali lagi, imajinasi sastrawan tak pernah terikat oleh waktu, ruang, dan apalagi kepentingan tertentu. Dan imajinasi sendiri kadang datangnya tiba-tiba, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kadang mereka juga yang dengan sengaja berimajinasi dengan penuh kesadaran tentang hal-hal tertentu. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dokter Frank, Cerita Pendek Karya Ridwan Kamaludin

Dokter Frank, Cerita Pendek Karya Ridwan Kamaludin

Simak cerpen Dokter Frank karya Ridwan Kamaludin di Kaltim Post. Kisah fiksi tentang Teguh yang memilih sembuh lewat operasi eksperimental.

Pendidikan Berbasis Imajinasi

Pendidikan Berbasis Imajinasi

Pendidikan menjadi penentu masa depan bangsa. Namun, sudahkah sekolah dan kampus melahirkan SDM yang berkarakter dan solutif?

HUT Ke-81 RI, Bunda PAUD Kutai Barat Asah Kreativitas Anak Lewat Lomba

HUT Ke-81 RI, Bunda PAUD Kutai Barat Asah Kreativitas Anak Lewat Lomba

Lomba untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kutai Barat, menjadikan lomba bukan hanya gelaran, melainkan melatih kreativitas anak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer