KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan menghadapi tantangan daya tampung sekolah negeri yang selalu menjadi perhatian utama setiap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Jumlah lulusan SD yang beranjak ke jenjang SMP ternyata tidak sebanding dengan ketersediaan kursi yang ada.
Hal ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk menjadikan pembangunan sekolah baru sebagai prioritas. Setiap tahunnya, Pemkot menganggarkan dana untuk pembangunan sekolah baru dan penambahan ruang kelas.
Salah satu yang baru saja dioperasikan adalah SMP 25 di Balikpapan Barat dan SMP 26 di Balikpapan Selatan. Tahun ini, pembangunan juga berlanjut dengan rencana pembangunan SMP 27 di Balikpapan Tengah dan SMP 28 di Balikpapan Timur.
Menyikapi hal ini, Forum Penyelenggara Pendidikan Swasta (Foradis) Balikpapan menyuarakan keinginan untuk adanya pembagian kuota daya tampung yang adil antara sekolah negeri dan swasta.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan bahwa pembangunan sekolah baru bukan hanya untuk menanggulangi keterbatasan daya tampung sekolah negeri saat ini, yang hanya mencapai sekitar 60 persen.
Namun, proses membangun sekolah tidaklah mudah dan membutuhkan waktu. Dari perencanaan anggaran, Desain Engineering Detail (DED), hingga pembangunan fisik, dibutuhkan waktu minimal tiga tahun untuk menyelesaikannya.
Rahmad Mas’ud menekankan bahwa pihaknya sedang berupaya bertahap membangun infrastruktur pendidikan yang memadai sebagai dukungan bagi status Balikpapan sebagai kota penyangga IKN. Meskipun demikian, pihaknya juga siap untuk berdiskusi dengan pihak swasta dan Dinas Pendidikan setempat untuk mencari solusi terbaik.
Pemerintah setempat juga telah memberikan bantuan subsidi biaya pendidikan bagi siswa di sekolah swasta, dengan harapan agar orang tua tidak merasa terbebani atau ragu-ragu untuk memilih pendidikan di sekolah swasta.
Rahmad Mas’ud menegaskan pentingnya keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta dalam mendukung pendidikan yang berkualitas bagi semua anak. Kehadiran sekolah swasta, menurutnya, menjadi pilihan alternatif yang penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, peran sekolah swasta juga mendorong sekolah negeri untuk terus meningkatkan kualitas, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusia (SDM).
Editor : Thomas Dwi Priyandoko